Kekeringan di Sumbawa Belum Berakhir

0
58
Dinsos NTB For Lombok Post
SALURKAN AIR BERSIH: Anggota Tagana Dinsos NTB membagikan air kepada warga terdampak kekeringan di Sikur, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.

      MATARAM-Meski hujan melanda sebagian wilayah NTB, namun bencana kekeringan belum selesai. Masih banyak warga kekurangan air bersih.

      “Hujan yang turun saat ini tidak merata dan belum bisa menjadi sumber mata air,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB I Gusti Bagus Sugihartha, kemarin (14/10).

      Peringatan dini kekeringan masih berlaku di beberapa wilayah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) di atas 60 hari yakni Sape, Woha, Wera Kabupaten Bima. Kemudian Sumbawa, Moyo Hilir, dan Lape Kabupaten Sumbawa.

      Sedangkan daerah dengan HTH 31-60 di sebagian wilayah Sumbawa seperti Labuhan Badas dan Moyo Utara.

                Dengan kondisi itu, BPBD bersama pemda dan OPD lainnya masih konsentrasi menangani dampak kekeringan. Bahkan tiga daerah yakni Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima sudah tanggap darurat kekeringan. “Sebulan ke depan BPBD akan bantu untuk droping air,” katanya.

                Sementara itu, pasukan Tagana Dinas Sosial NTB hingga saat ini terus melakukan droping air bersih. “Tetap kami bagikan air ke daerah yang dilanda kekeringan,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik.

                Seperti Desa Banyu Urip dibagikan 15 ribu liter air bagi 414 KK atau 1.000 jiwa penduduk. Kemudian di Desa Montong Baan, Lombok Timur 5 ribu liter bagi 305 KK.

      Juga di Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur sebanyak 15 ribu liter dengan 150 KK. Serta di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara sebanyak 15 ribu liter bagi 168 KK. “Secara keseluruhan Tagana sudah membagikan 1.105.000 liter kepada warga sejak awal bencana kekeringan,” katanya. 

                Ia berharap, bencana kekeringan segera berakhir sehingga warga bisa mendapatkan pasokan air bersih seperti biasa. Terlebih saat ini sudah mulai turun hujan.

                Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Restu Patria dalam rilisnya menjelaskan, NTB saat ini menuju akhir musim kemarau. “Peluang terjadinya hujan pada dasarian II Oktober umumnya rendah untuk seluruh wilayah NTB,” katanya.

      Namun, terdapat peluang curah hujan di atas 50 mm per dasarian sebesar 30-50 persen di  sebagian wilayah Kabupaten Lombok Timur bagian utara, dan sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa Barat bagian Utara. (ili/r5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here