Penyu Raksasa Ditemukan Terdampar di Pantai Poto Batu

0
1016
Inilah penyu raksasa yang statusnya dilindungi ditemukan di sekitar wilayah Pinisi Pantai Poto Batu, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Kamis (20/2) siang lalu oleh Tonjes, warga setempat.

TALIWANG—Penyu berukuran raksasa yang diperkirakan berumur 60 sampai 70 tahun ditemukan terdampar di sekitar kawasan Pinisi pantai Poto Batu, Kecamatan Taliwang Kamis (20/2) lalu.


Sayang, hewan langka dan dilindungi ini ditemukan mengapung mati oleh warga setempat sekitar pukul 11.00 wita. Hewan ini ditemukan pertama kali oleh Tonjes, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi hewan itu ditemukan.

‘’Saat itu saya tengah membersihkan sampah sekitar kawasan Pinisi pantai Poto Batu. Tidak jauh dari lokasi, saya temukan ada benda berukuran raksasa mengapung setelah didekati, ternyata hewan tersebut adalah jenis penyu hijau langka yang sudah mati,’’ katanya.

Dari dalam mulut penyu berjenis kelamin betina ini ditemukan banyak sampah plastik.‘’Bisa jadi, hewan itu mati karena tersedak sampah. Apalagi dari dalam mulutnya ditemukan beberapa botol bekas teh botol,’’ akunya.


Dari kondisi bangkai, diduga hewan langka ini baru beberapa jam mati. ‘’Bisa jadi paginya. Karena saat ditemukan, kondisi bangkai ini masih terlihat segar. Kerang yang menjadi parasit di cangkangnya juga masih hidup. Juga tidak ada bau busuk yang keluar dari bangkai penyu ini. Tapi dalam mulutnya ada bekas botol plastik,’’ paparnya.


Tonjes mengaku, sebelum berhasil dibawa ke pesisir pantai, bangkai penyu ini sempat terombang ambing pasang surut air laut. Untuk mengevakuasi hewan tersebut, dirinya membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Sebenarnya saya kaget dan takut juga, jangan-jangan ini hewan jelmaan. Tapi saya coba angkat dan bawa ke tepi pantai. Setelah diperhatikan, ternyata benar ini penyu langka, ’’ bebernya.

Untuk mengevakuasi penyu ini, dirinya kemudian meminta bantuan sang istri yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Dibantu beberapa rekannya, penyu tersebut kemudian dibawa ke Pantai Poto Batu. ‘’Kira-kira beratnya hampir 100 kilogram lebih. Untuk bisa mengangkat bangkai penyu ini, saya dibantu empat orang,’’ katanya lagi.


Tidak lama setelah ditemukan, dirinya langsung meminta bantuan kepada masyarakat Sumbawa Barat melalui akun media sosial Facebook miliknya untuk menghubungi pihak terkait. Tidak lama setelah viral di media sosial, pihak BKSDA kemudian turun ke lokasi. ‘’Pihak BKSDA juga sudah turun langsung melihat bangkai penyu ini. Dan memang ini termasuk hewan yang dilindungi,’’ akunya lagi.


Dari penuturan pihak BKSDA sendiri, hewan tersebut diperkirakan berusia antara 60 sampai 70 tahun dengan panjang sekitar 100 cm lebih. ‘’Pihak BKSDA langsung yang menangani hewan ini. Saya juga sempat dimintai keterangan. Setelah semua prosesnya selesai, bangkainya kita tanam langsung di Pantai Poto Batu,’’ tambahnya.

Tonjes yang memang dikenal konsen terhadap penataan wisata Poto Batu ini mengaku, penyebab matinya hewan yang dilindungi ini diduga kuat karena banyaknya sampah plastik yang ada disekitar wilayah Pinisi Pantai Poto Batu. ‘’Memang banyak sampah disana. Selain sampah plastik ada juga sampah kayu. Setiap hari saya bersama istri berusaha membersihkan sampah ini. Tapi tetap saja tidak bisa ditangani,’’ sesalnya.


Kawasan Pinisi sendiri termasuk salah satu lokasi pendaratan penyu untuk bertelur. Hanya saja, telur-telur penyu itu tidak bisa berkembang karena setiap saat selalu saja diambil oleh warga yang kebetulan memancing di tempat ini. ‘’Wilayah Pinisi memang salah satu lokasi bagi penyu-penyu ini untuk bertelur. Tapi telurnya tidak ada yang bisa menetas karena selalu diambil oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,’’ katanya.


Dari pihak BKSDA sendiri sudah memberikan himbauan agar telur-telur penyu yang di wilayah itu tidak diambil. Ini dilakukan karena hewan tersebut termasuk salah satu yang dilindungi. ‘’Kalaupun diambil tidak boleh semuanya. Minimal disisakan 50 butir saja. Itu penjelasan dari pihak BKSDA. Tapi karena oknum-oknum ini tamak, semuanya diambil,’’ tambahnya. (far)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here