Undang Investor ke NTB, Gubernur Zul Siapkan Karpet Merah

0
84
Gubernur Zulkieflimansyah didampingi sejumlah Kepala OPD saat rapat bersama sejumlah pengusaha besar di sebuah Hotel di Surabaya, Rabu, (3/2)

SURABAYA- Gubernur NTB Zulkieflimansyah yakin, bahwa kunci kesejahteraan dalam dunia ekonomi terbuka adalah industri. Gubernur Zul menganalogikan dengan kendaraan bermotor, pemerintah sebagai sopir  mengendalikan kemudinya. Dan mesinnya adalah sektor swasta. Mesin ekonomi yang menggerakkan ekonomi adalah swasta. 

”Tidak ada gunanya punya sopir yang hebat jika mesinnya tidak hidup,” kata Gubernur Zul di hadapan pengusaha-pengusaha besar Surabaya Selasa (2/2). Para pengusaha ini tergabung dalam Yayasan Surabaya \peduli Bangsa (YSPB) yang diketuai oleh Halim Rusli.

Kedatangan Gubernur Zul ke Surabaya membawa sejumlah kepala Oganisasi Perangkat Daerah adalah mengajak para pengusaha Surabaya itu untuk menanamkan investasinya di NTB. Apalagi NTB selain mempunyai kekayaan alam, dalam tahun ini akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MotoGP dan Super Bike. Tentu akan menarik bagi dunia investasi.  

”Tugas kami adalah menyediakan lingkungan yang kondusif, yang baik, untuk investor. Tanpa investasi, daerah kami tidak akan maju. Tanpa investasi, tidak mungkin ada job oppotunities (lapangan kerja, red) yang baru,” kata Gubernur.  

Dan kalau tidak ada lapangan kerja, maka jangan bermimpi untuk mengatasi kemiskinan, apalagi untuk meningkatkan standar kehidupan. 

Gubernur berharap kepada jajarannya memaknai bahwa tugas pemerintah adalah memfasilitasi dunia usaha. ”Jika bapak-bapak datang ke NTB, maka kami akan gelar karpet merah. Dan (Saya jamin) tidak mungkin ada kesulitan-kesulitan,” janji gubernur Zulkieflimansyah. 

Setelah pertemuan itu, dilanjutkan dengan langkah yang lebih konkrit. Gubernur Zul dan rombongan kemudian langsung turun lapangan melihat beberapa pabrik dari perusahaan-perusahaan besar milik angggota YSPB. Di antaranya ke pabrik furniture terbesar di Indonesia, Pabrik Kopi Kapal Api, Pabrik kertas, pabrik bata ringan, pabrik tisu, pabrik ikan beku, power plant. 

Dari dua hari kunjungan lapangan itu, para pengusaha dan rombongan gubernur kemudian melakukan rapat di sebuah hotel. Mereka membicarakan lebih tekhnis tentang rencana kerjasama yang akan dibangun. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here