Gubernur NTB Zulkieflimansyah Kunjungi Kawasan Industri SPS Corporate

0
70
Gubernur NTB Zulkieflimansyah (mengenakan jaket dan bertopi) bersama jajarannya foto bersama jajaran Direksi SPS Corpprate di depan tumpukan bata ringan

SURABAYA- Setelah bertemu dengan para pengusaha Surabaya di gedung Yayasan Surabaya Peduli Bangsa (YSPB) di Surabaya, Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan rombongan melakukan kunjungan ke beberapa pabrik milik anggota YSPB.

Salah satudi antaranya adalah ke daerah industri SPS Corporate. Gubernur dan rombongan disambut langsung oleh para petinggi SPS Corporate. Mulai dari Projec Develovment Direktur SPS Corporate David Soekodjo, Commercial Director produsen Blesscon Henrianto, Presiden Direktur Meka Box Internasional, Dan Direktur Operasional Sun Paper Purwoko.

Diawali ke Synergi Power Source, pembangkit listrik yang menyuplai listrik ke grup SPS. Pembangkit listrik yang dimiliki SPS Corporate ini mencapai 2 x 15 MW. Pembangkit ini mampu mendukung operasional beberapa perusahaan di dalam SPS Corporate. Seperti pabrik kertas, pabrik tisu dan pabrik bata ringan. Total luas luas lahan yang ditempati oleh SPS Corporate ini mencapai 50 hektare

Dari power plant, kemudian berkunjung ke Pabrik Sun Paper Source, produsen tisu terbesar kedua di Asia Tenggara. Gubernur dan rombongan didampingi langsung oleh Darmawan, Bos dari Sun Paper Source. Tisu dari Sun Paper Source sebagian besar diekspor ke luar negeri. Terbesar ke Jepang. Sisanya baru dipasarkan dalam negeri dengan berbagai merek, di antaranya Montiss dan Pulpies. Darmawan berjanji, jika bahan baku di NTB tersedia, pihaknya akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik yang sama di NTB.

Dari pabrik tisu, gubernur Zul dan rombongan diajak ke pabrik bata ringan. Projec Develovment Direktur SPS Corporate David Soekotjo, mengungkapkan bawah SPS masih punya banyak rencana ekspansi bisnis. Salah satu yang menjadi rencana adalah pembangunan pabrik pulp. Tahapannya masih berhitung nilai investasi. “Dan juga masih observasi lahan yang cocok,” imbuh David.

Di bidang lain, SPS Corporate juga memiliki produsen bata ringan yakni PT Superior Prima Sukses. Produk bata ringan ini dipasarkan dengan merek Blesscon, yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan Top Brand Awards 2021 karena keberhasilannya mejadi top of mind share, top of market share serta top of commitment share di masyarakat.

Kapasitas produksi pabrik Blesscon di Ngoro, Mojokerto dan Lamongan sudah mencapai 1,1 juta m3 per tahun. Tahun ini Blesscon mengoperasikan pabrik di Sragen, Jawa Tengah. “Akan ada dua plant di Sragen. Satu sudah beroperasi per februari 2021 ini, satu lagi di bulan November tahun ini juga ,” kata Henrianto, commercial director Superior Prima Sukses.

Dengan total 4 plant tersebut, Blesscon akan memiliki kapasitas produksi 2,7 juta m3 per tahun. Yang artinya, Blesscon adalah produsen bata ringan terbesar di Indonesia.

Gubernur NTB Zulkifliemansyah mengatakan Investasi dari Jawa Timur yang masuk ke NTB cukup banyak. Mulai bidang properti, hotel, udang dan lobster. Kali ini kita buka lagi, bahwa NTB masih punya banyak potensi untuk pengusaha dapat berinvestasi,” ungkapnya saat melayani permintaan wawancara wartawan. Membuka Kawasan industri di sana, gubernur berjanji “menyiapkan” karpet merah. Harapannya, ada banyak tenaga kerja yang diserap.

Pengusaha yang tergabung dalam Yayasan SPB menanggapi positif paparan yang diberikan Zulkifliemansyah. Bahwa komitmen pemerintah dibutuhkan saat pengusaha berani berinvestasi ke daerahnya. Pasalnya kendala yang kerap dihadapi adalah SDM yang kurang dan penolakan warga.

“Dalam forum seperti yang kita dengar banyak pengusaha curhat. Ini butuh ada solusi karena kalau tidak begitu, minat ada tapi realisasi masih banyak pertimbangan,” ungkap Halim Rusli, ketua Umum Yayasan Surabaya Peduli Bangsa. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here