Gubernur Zul Rayu Pengusaha Surabaya

0
83
Gubernur NTB dan para pengusaha Surabaya foto bersama

SURABAYA- Ikhtiar Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk meningkatkan kesejahteraan NTB tiada henti. Kali ini Gubernur Zul mengajak sejumlah Kepala OPD Prov NTB silaturrahim kepada sejumlah pengusaha besar di Surabaya, Jawa Timur. Gubernur bermaksud “merayu” para pengusaha Surabaya untuk berinvestasi di NTB.

Tidak tanggung-tanggung, kunjungan pertama Gubernur Zul mendatangi pengusaha Furniture terbesar di Indonesia yakni Halim Rusli, pemilik PT Integra Indocabinet TBK. Untuk diketahui, perusahaan milik Halim ini mempunyai laba Rp 3 Triliun pada tahun 2019 lalu. Gubernur dan rombongan disambut dengan hangat oleh Halim Rusli dan para petinggi Integra.

Gubernur Zul didampingi Asisten II Ridwansyah, Kadis LHK Madany Muqaram, Kadis Pertanian Husnul Fauzi, Kadis Penanaman Modal Muhammad Rum, Kadis KKP Yusron Hari, Kadis Perdagangan Faturrahman, Kepala Bappeda Amri Rahman, Dirut Bank NTB Kukuh Raharjo dan Ketua REI NTB Heri Susanto.

Halim mengajak Gubernur Zul dan rombongan berkeliling mengitari lokasi perusahaan. Luas lahan pabrik seluas 25 hektare. Di tambah di tempat lain, totalnya 50 Ha.

Gubernur Zul dan rombongan tampak kagum melihat proses pembuatan furniture di pabrik ini. Menurut Halim, dia mempunyai 10 ribu karyawan. Berbagai jenis kayu digunakan sesuai jenis furniture yang dibuat. Kebutuhan kayu mencapai ribuan kubik per bulan. “Pasar terbesar adalah Amerika. Di masa Pandemi Covid-19 ini masih bertumbuh hingga 38 persen,” ujarnya.

Setelah berkeliling pabrik, Gubernur menyampaikan maksud kedatangannya kepada Hakim Rusli dan jajarannya. 

Gubernur Zul mengungkapkan Pemprov NTB sudah mengeluarkan moratorium pengiriman kayu keluar daerah. Untuk itu, Pemprov ingin agar kayu yang keluar dari NTB tidak dalam bentuk gelondongan. Tapi dalam bentuk sudah olahan. “Kita harapkan mampu menyerap tenaga kerja dan tentu nilainya juga bertambah dibandingkan dalam bentuk gelondongan,” ujarnya.

Untuk itu, Halim yang juga Ketua organisasi pengusaha Surabaya ini berjanji akan menjajaki potensi-potensi yang ada di NTB. “Tentu kami tertarik mendengar potensi NTB. Kami akan jajaki. Seperti apa sistim dan pola yg ditawari bagaiamana. Bisa kita mulai. Kalau kita di sini kayunya apa saja bisa dipakai,” ungkapnya. (jar/Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here