Gubernur Ajak Tanam Jambu Mete

0
33
Gubernur Zulkieflimansyah saat menanam pohon jambu mete di Desa Luk, Kecamatan Rhee, Rabu, 18/11/2020.

SUMBAWA- Salah satu penyebab yang membuat hutan gundul adalah karena penanaman jagung. Menjadi dilema bagi pemerintah karena sulit memaksa masyarakat untuk tidak menanam jagung. Pemerintah harus mempunyi alternative lain tanam apa yang lebih baik, atau setidaknya sama dengan jagung.

Untuk itu, gubernur NTB Zulkieflimansyah merasa senang sekali masyarakat Desa Luk, Kecamatan Rhee telah memulai menanam jambu mete. Bahkan, biji jambu mete telah diolah siap saji dan dimasukkan dalam kemasan. Untuk itu gubernur berkesempatan mengunjungi kelompok masyarakat setempat yang menanam jambu mete ini pada Rabu (18/11) lalu. ‘’Hari ini senang sekali menghijaukan lahan dan hutan dengan menanam jambu mete. Mete yang sudah diolah harganya tidak kalah oleh jagung dan dengan tekhnologi bisa juga cepat dipanen dan menghasillkan,’’ kata gubernur.

Gubernur mengaku terinspirasi dengan masyarakat Desa Luk, Kecamatan Rhee. ‘’Karena hutan kita hancur karena jagung. Kenapa kita tidak bisa menghentikan orang tanam jagung, karena uangnya cepat. Kecuali ada tanaman lain yang setara kita bisa memaksa masayrakat menghentikan menanam jagung,’’ kata Gubernur.

Kedatangannya ke Desa Luk memberikan pelajaran, tenrnyata tanpa jagung, kalau jambu mete lebih baik, kesejahteranaan masyarakat bisa lebih baik. Oleh karena itu mudah-mudahan dengan adanya pengolahan mente seperti di sini, ini merupakan langkah yang tepat untuk industrialisasi. ‘’Mari kita tanam jambu mete. Kalau pemasarannya susah, kasi tau saya. Semoga provinsi bisa menampung, kemudian provinsi yang akan mendistribusikan ke kabupaten/kota di NTB,’’ janjinya.

Menurutnya, Pemda Pemda Sumbawa bisa saja  mewajibkan semua pasar dan semua toko mewajibkan ada kemasan jambu mete ini, insyaAllah kesejahteraan masyarakat lebih baik.

Gubernur berharap, biji mete dari Desa Luk ini bukan hanya untuk kabupatan Sumbawa, tapi juga bisa menembus pasar nasional. ‘’Uangnya kita dapat lebih banyak, pada saat yang sama, hutan kita tetap hijau dan asri, sumber air bisa diselamatkan,’’ ujarnya.

Kadis Pertanian Husnul Fauzi menjelaskan tekhnlogi yang digunakan adalah sambung pucuk. Yang mana dari sejak pembenihan, ambil batang bawah. Setelah 6-8 bulan dipotong dan dimasukkan mete yang baik sehingga buahnya nanti akan lebih baik dari yang sekarang. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here