Banyak KTP Dukungan Bodong

0
162
Rapat Evaluasi verifikasi Faktual yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Sumbawa, terkait verifikasi dukungan paslon perseorangan 

SUMBAWA- Verifikasi Faktual (verfak) terkait dukungan pasangan calon (paslon) perseorangan dalam Pilkada Sumbawa, masih berlangsung. Dalam verifikasi ini, ditemukan banyak KTP dukungan warga yang bodong. Sehingga seolah-olah memberikan dukungan kepada paslon perseorangan tertentu.

Terkait proses verfak ini, Bawaslu Kabupaten Sumbawa melaksanakan rapat evaluasi, Sabtu (4/7) pagi. Rapat yang dilaksanakan di kantor Bawaslu setempat ini, dihadiri para pengawas pemilu.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Hamdan, S.Sos.I membenarkan adanya temuan para pengawas di lapangan. Temuannya berupa  adanya PNS, perangkat desa, penyelenggara orang yang telah meninggal dunia dan pendukung yg tidak memberikan dukungan. Persoalan ini terjadi di hampir 24 kecamatan.

Meski demikian, adanya temuan itu tidak langsung bisa mengurangi jumlah dukungan paslon yang diisyaratkan. Sebab, sampai saat ini, proses verifikasi di lapangan masih terus berlangsung. “Untuk persentasenya belum bisa direlease. Karena pergerakan data masih berproses. Proses verfak ini masih berlangsung sampai tanggal 11 Juli nanti,” ujar Hamdan kepada Radar Sumbawa.

Dalam rapat, Hamdan menekankan Panwascam tentang mekanisme dalam pengisian formulir yang benar. Serta terus memperhartikan segala bentuk kemungkinan permasalahan yang bisa terjadi, dalam proses verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan oleh KPU beserta jajarannya.

Di tambahkan terkait pengawasan tahapan verfak ini, agar Panwascam terus mendampingi Pengawas Kelurahan dan Desa. Dalam mengawal proses verfak yang dilaksanakan oleh jajaran KPU. Serta segala bentuk permasalahan atau kendala di dalam proses verfak tersebut. Agar bisa segera di koordinasikan dengan pihak KPU di lapangan maupun Bawaslu. Sehingga kemungkinan terjadinya sengketa bisa teratasi.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, SIP mengatakan, agar jajaran pengawas  terus memperhatikan segala bentuk tugas dan fungsi pengawas di lapangan. Serta selalu berkoordinasi dengan pihak kabupaten. Apabila pada saat melaksanakan pengawasan verfak terdapat masalah masalah atau kendala. Baik itu berupa perbedaan data atau proses pelaksanaanya.

“Jangan sampai apa yang menjadi tugas dan fungsi teman-teman di lapangan sebagai pengawas tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Serta mengharapkan kepada teman teman Panwascam berserta jajaran Pengawas Kelurahan dan Desa untuk serius dan teliti dalam melaksanakan tugas, serta selalu menjaga kesehatan,” pungkasnya. (run) 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here