Investor Pilih Teluk Santong, Investasi Meningkat Jadi Rp 190 Triliun

0
381
Direktur PT PGRC Dr.Muhammad Rusdi (dua dari kiri) dan Komisaris PTPGRC Mr.Akhmad Khalil (kanan) sedang berdiskusi sebelum meninjau lokasi di Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Jumat (7/8)

Gubernur Zul Minta Peletakan Batu Pertama 17 Desember

SUMBAWA- Usaha Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengajak investor asal Australia ke Sumbawa tidak sia-sia. PT Palu GMA Refenery Consortium (PGRC), akhirnya memilih Teluk Santong, Kecamatan Plampang, sebagai lokasi membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Oil and Gas. Keputusan ini diambil setelah Direktur dan Komisaris PT PGRC bersama rombongan Pemprov NTB melakukan kunjungan lapangan Jumat (7/8) pekan lalu.

Bahkan, segala potensi yang dimiliki oleh Teluk Santong membuat para investor merasa takjub. Segala potensi Teluk Santong dan sekitarnya melebihi semua persyaratan yang diminta oleh para investor. Bahkan rencana awal jumlah investasi sebesar Rp 150 triliun, kini berkembang lagi. Direktur dan Komisaris PTPGRC ini akan mengembangkan pabrik etanol dengan nilai proyek sebesar Rp 40 triliun. Jadi total investasi yang akan digelontorkan di Sumbawa ini adalah sebesar Rp 190 triliun.

‘’Hasilnya (survey) sangat memuaskan. Semuanya melebihi ekspektasi kami. Ada tiga hal. Pertama kontur lahan sangat bagus. Perfect. Kedua, Soil condition juga solid. Terakhir dari sisi kedalaman lautnya yang mencapai 25 meter.  Jadi kalau mau narik SPR, tidak panjang-panjang amat. Kita sudah survey langsung ke sana sudah sesuai rencana kita,’’ Kata Direktur PT PGRC Dr. Muhammad Rusdy kepada Radar Sumbawa seusai rapat bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan jajaran Kepala OPD Provinsi NTB di Sumbawa, (8/8).

Malah floatingnya dinilai pas, untuk oil and gas. Untuk lahan yang diminta seluas 1000, tapi tapi tersedia 1.187.

Yang menarik dari hasil kunjungan lapangan, jajaran komisaris PT PGRC juga tertarik mengembangkan pabrik etanol. Terkait hal ini, perusahaan membutuhkan lahan minimal 20 ribu hektar lahan untuk tanaman tebu. Dan menurut data Pemda NTB, ada sekitar 21 ribu hektare lahan.

Hal lain lagi yang membuat kagum para investor ini adalah, proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah berjalan. Dan KEK yang dikembangkan adalah KEK agro dan energy. Dan ini menjadi cocok dengan rencana pembangunan PGRC. ‘’Energy nya kan oil dan gas. Agronya untuk pabrik etanol,’’ kata Rusdi.

Rusdi menambahkan, ini akan menjadi green KEK. Karena energy yang akan dikembangkan di sana adalah clean energy. Dan proyek ini mengarah menggunakan green nuklir yang sekarang sudah masuk Indonesia. ‘’Dan yang lebih penting adalah untuk pertama kalinya di Indonesia lahannya clear dan clean. Tidak ada isu pembebasan lahan. Ini merupakan pertama kali ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang lahannya clear and clean. Ini terobosan baru yang luar biasa dari Bapak Gubernur,’’ kata Rusdi.

Sementara itu, Komisaris PT PGRC Mr.Akhmad Khalil mengapresiasi perhatian gubernur NTB Zulkieflimansyah yang dinilai sangat luar biasa dalam memfasilitasi perusahaan. Memberikan kemudahan-kemudahan dalam mendukung rencana kegiatan perusahaan. ‘’Ini hari yang sangat luar biasa. Kami menemukan lokasi yang menakjubkan. Kita bisa mulai bisnis di sini,’’ ujarnya dalam bahasa inggris.

Menurutnya, karena usaha ini telah direncanakan sebelumnya, maka langkah selanjutnya tinggal menindaklanjuti dari rencana yang sudah ada. Misalnya menyiapkan lansekap, fasilitas acomodasi, pembangkit tenaga listrik dan sebagainya. ‘’Kita akan mulai aksi Bulan Desember ini. Masa persiapan ini butuh waktu sekitar tiga sampai lima tahun,’’ ujarnya.

Setelah proses lansekap, pekerjaan Strategic petroleum Reserve (PSR) atau cadangan minyak strategis. Tujuannya pertama agar cashflow nya jalan. Jadi investornya gak terlalu lama, bisa jadi trading.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan cadangan minyak strategis nasional. Sekarang kan sekitar 11 hari. Jika mendapat tambahan 30 juta barel, diharapkan bisa meningkat paling tidak ke angka 25 hari cadangan strategisnya.

Ini berkaitan dengan strategi Blue print permintah dalam hal ketahanan energy nasional. Kita juga perlu crud oil di dalam negeri.

‘’Setelah SPR, refinery dengan Petrokimia. Jadi dua itu dijalankan paralael,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengibaratkan potensi alam Sumbawa dan syarat yang dicari oleh perusahaan seperti mur ketemu baut. ‘’Kita rencanakan ground breaking pada 17 Desember bertepatan dengan HUT NTB. Semoga ini semua berjalan sesuai rencana kita semua,’’ kata Gubernur Zul. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here