Dahsyat! Rp 150 Triliun akan Invest di NTB

1
267
Direktur PT PGRC Dr.Muhammad Rusdy (kiri) dan Komisaris PT PGRC Mr.Akhmad Khalil (dua dari kiri) sedang persiapan meninjau lapangan ke Teluk Santong. Kecamatan Plampang, Sumbawa, Jumat (7/8) kemarin.

SUMBAWA- PT Palembang GMA Refenery Consortium (PGRC), sebuah usaha konsorsium akan berinvestasi di NTB, tepatnya di Kabupaten Sumbawa. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan yang bergerak di bidang Oil dan Gas ini akan menginvestasikan sebanyak Rp 150 triliun. Dahsyat. Sebuah angka yang fantastis untuk ukuran Kabupaten Sumbawa. Dana sebesar ini akan diinvestkan untuk membangun sebuah Kawasan Ekonomi Khusus Oil dan gas. Sebuah usaha yang baru pertama kali akan dibangun di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah seusai rapat di Hotel Seaside Cottage, Sumbawa, Kamis (6/8) malam. Menurut Gubernur Zul, perusahaan ini menunjukkan keseriusannya sehingga diajak langsung oleh gubernur untuk melihat langsung lahan yang ada di kabupaten Sumbawa.

Gubernur NTB Zul juga mengajak sejumlah kepala dinas Provinsi NTB terkait dan Kepala Biro untuk mendampingi investor ini melihat potensi Kabupaten Sumbawa.

Dari hasil rapat Kamis malam lalu, diputuskan lokasi yang akan digunakan adalah Teluk Santong, Kecamatan Plampang. Untuk itu, pada Jumat (7/8) tim langsung dibagi dua. Investor dan sejumlah kepala dinas terkait dipimpin Asisten II Ridwansyah menuju Teluk Santong untuk melihat langsung lokasi yang ditawarkan kepada investor.

Sementara gubernur dan beberapa kepala dinas menuju Desa Labuhan Haji, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. ‘’Kita siap fasilitasi kebutuhan investor ini. Jika ini benar terwujud, ini dahsyat,’’ kata Gubernur.

Asisten II Setda NTB Ridwansyah kepada Radar Sumbawa mengatakan, investor ini ingin berinvestasi di bidang oil refinery. Ada dua hal yang ingin dipastikan oleh perusahaan ini. Pertama kedalaman laut, kedua adalah ketersediaan lahan. Mereka ini membutuhkan lahan sekitar 1000 hektar untuk dijadikan sebuah kawasan terpadu. Jika ini terwujud, menurut Ridwansyah, maka diperkirakan akan menampung sekitar 100 tenaga kerja.

Angka 100 ribu tenaga kerja ini dalam tiga tahapan. Tahap pertama 55 ribu tenaka kerja dan tahap kedua dan ketiga disesuaikan.

Pilihannya di mana? Pemprov berusaha memfasilitasi semaksimal mungkin. Dan cepat. Menurutnya, kalau dilaksanakan dengan sistim pembebasan lahan (membeli lahan masyarakat, akan butuh waktu yang lama dan membutuhkan sumber daya yang lebih besar.

Untuk itu, Gubernur mengarahkan untuk mencari lahan pemerintah yang secara aturan dibolehkan untuk dimanfaatkan oleh swasta. ‘’Nah, pilihannya jatuh pada Labu Jontal, Teluk Santong, Kecamatan Plampang,’’ katanya.

Kenapa Teluk Santong, informasi dari Sahbandar, bahwa ada survey dari PT Pelindo untuk menjadikan teluk santong sebagai pelabuhan. Sementara dari sisi kedalaman laut diperkirakan cukup memadai.

Kedua menjadi penting, karena ada kaitannya dengan rencana pemerintah kabupaten Sumbawa untuk menjadikan KEK, kawasan ekonomi khusus Teluk Santong.

‘’Nah, ini sesuai. Karena salah satu syarat untuk menjadi KEK itu, adalah harus ada inisiatornya. Haruss ada pengusulnya. Pengusul bisa saja dari pemerintah atau swasta,’’ ujarnya.

Selain Teluk Santong, pillihan kedua adalah bagian utara Pulau Moyo karena behadapan langsung dengan laut lepas. Namun ada plus-minus. Karena membangun oil refinery ini harus didukung sarana dan prasarana lain. Misalnya energy kelistrikan, perumahan, pelayanan jasa dan lainnya.

Karena investor ini, selain akan menggarap oil refinery ini, mereka juga akan membuat pabrik gula. Dan memembutuhkan lahan sekitar 300 hektar. Dan ini juga menjadi menarik. Makanya jika pilihan ke teluk Santong, maka rencana KEK akan menjadi cepat.

Jika ini terwujud menjadi KEK, maka banyak fasilitas dan kemudahan yang akan didapat. Kedua, karena Teluk Santong berada dalam wilayah SAMOTA, maka KEK Teluk Santong akan terintegrasi dengan pengambangan SAMOTA sebagai kawasan strategis provinsi.

Diakui, sebelumnya investor ini sudah melihat Pulau Lombok. Bahkkan lahannya sudah ada. Namun lagi-lagi, pembebasan lahan akan menjadi kendala. Pasti akan butuh waktu dan dana yang besar. ‘’Jika di sini bisa kita fasilitasi, ini luar biasa. Bahkan Pak Gubernur berharap bisa running (beroperasi) Bulan Januari 2021. Bahkan dalam rapat gubernur berharap bisa ground breaking pada 17 Desember 2020 mendatang, bertepatan dengan hari ulang tahun NTB,’’ ungkapnya.

Untuk diketahui, proyek perusahaan ini ada di dua tempat. Satu di Banyuwangi, Jawa Timur, dan satu di NTB. Sebelumnya satu di Banyuwangi dan satu di Palu. Tapi karena Palu dilanda gempa, mereka akhirnya terkendala masalah lahan. Akhirnya rencana proyek ini dipindahkan ke NTB. Jika rencana investasi ini bisa terwujud, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan minyak di Indonesia timur dan bisa juga import ke luar negeri.

Pembangunan proyek ini pasti akan ada multiplayer efek. Bahkan sejak masa persiapan akan melibatkan perguruan tinggi. Termasuk menyiapkan tenaga kerja.

Konkritnya, bahan mentah perusahaan ini akan datang dari Iran. Selanjutnya minyak mentah ini akan diolah di sini. Setelah diolah barulah akan dipasok ke Indonesia bagian timur, dan ekspor ke luar negeri.

Kenapa di NTB? Ini lebih karena posisi strategis NTB dalam lalulintas perdagangan internasional. NTB yang masuk sebagai jalur perdagangan dan pelayaran internasional Alki 2, sangat strategis bisa mengganti selat malaka yang mulai padat. Kapal-kapal besar itu nanti akan melewati selat Lombok, tentu dekat dengan Sumbawa. Sehingga pengangkutan ke luar negeri menjadi mudah.
‘’Jika ini berhasil, ini Dahsyat. Di Lombok ada KEK Mandalika berbasis pariwisata, di Sumbawa berbasis tambang dan Oil Refenery,’’ pungkasnya. (jar)

1 COMMENT

  1. jika investasi sebesar 150 triliyun itu benar benar masuk di NTB, maka inilah tambang terbesar untuk indonesia timur, geliat ekonomi NTB akan bangkit dengan sangat dahsyat, untuk itu kita sebagai masyarakat NTB sangat mendukung agenda investasi tersebut agar masyarakat NTB makmur sejahtera dan Indinesia Jaya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here