Gubernur Pertama ke Desa Mareje, Bang Zul Disambut Hangat

0
60


LOMBOK BARAT- Desa Mareje, Kecamatan Lembar, adalah salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat. Lokasinya berada di ketinggian gunung. Jalannya cukup terjal dan berliku. Wajar, jika tidak banyak pejabat yang pernah ke sini. Bahkan untuk level Gubernur NTB belum pernah.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjadi gubernur pertama yang menginjakkan kaki di Desa tersebut. Senin (3/5) Gubernur berkesempatan bersilaturrahmi dengan penduduk setempat. Yang menarik, ternyata Desa yang terpencil ini, sekitar 30 persennya beragama Budha. Dan mereka ini adalah penduduk Sasak asli. Bahkan tampak vihara berdiri kokoh.

Sampai di Mareje, Gubernur Zul langsung Salat Maghrib. Usai Salat baru bersilaturrahmi dengan tokoh masyarakat setempat. Gubernur didampingi sejumlah pejabat eselon II dan eselon III.

Pjs Kepala Desa Mareje Subki  berterimakasih atas kedatangan Gubernur Zul. Kades menegaskan bahwa Bang Zul adalah Gubernur pertama yang datang ke desa itu. Kades mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi adalah air bersih. Penduduk desa harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Kades juga mengungkapkan Desa Mareje masuk dalam Zona Hijau. Karena tidak ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kemudian H.Idram, pengasuh Yayasan di Mareje mengungkapkan  sedikit kekurangan dari Yayasan yang dikelolanya. Ada 20 TPQ yang ada di Desa Mareje. Namun hanya 4 TPQ yang ada tempat. “16 TPQ lainnya belum.punya tempat. Biasanya di berugak-berugak,” katanya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengaku kagum dengan alam yang dimiliki oleh Desa Mareje. Bahkan rumah-rumah kelihatan sangat bagus.

di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, Doktor Zul sapaan akrabnya juga memberikan dorongan motivasi dan semangat kepada masyarakat untuk tetap berproduktif di tengah wabah virus Corona. Gubernur meyakini bahwa pandemi ini akan segera berlalu dan masyarakat bisa menata hidup kembali yang lebih baik lagi. 

“Kita tidak pernah menyangka bahwa pandemi ini akan berlangsung begitu lama. Untuk itu, mudah-mudahan kepala desa, tokok masyarakat, tokoh agama dan sebagainya tetap patuh menerapkan prokes di tingkat desa,” harap Gubernur.

Untuk itu, Doktor Zul juga mengingatkan, terutama penerapan prokes menjelang hari raya Idul Fitri yang sebentar lagi disambut oleh umat muslim di seluruh pelosok. Berkolaborasi bersama pihak terkait, baik TNI, Polri, tomat, toga dan seluruh elemen masyarakat agar tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

“Terus terang, pada masa-masa kampanye  kami telah berjanji kalau sudah jadi gubernur pasti kami akan mengunjungi kembali desa-desa. Semoga kebiasaan menyapa masyarakat desa terus kami dibiasakan. Jangan sampai kalau sudah jadi orang, kebiasaan bertemu dengan masyarakat hilang begitu saja,” ungkap Dr. Zul.

Mendengar keluhan warga kesulitan air bersih, Gubernur langsung memberikan bantuan berupa sumur bor. “Tolong Dinas terkait untuk langsung tindaklanjuti bantuan sumur bor,” kata Gubernur.

“Alhamdulillah Semoga Pak Gubernur diberikan kekuatan dalam memimpin NTB,” doa warga mengekspresikan rasa terimakasihnya.

Di sela-sela kunjungan dan silaturahmi itu, gubernur didampingi oleh kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfotik, Sekdis PUPR, Karo Kesra lingkup Pemerintah Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan sebanyak 50 paket sembako, 50 buah selimut dan sejumlah bantuan uang tunai untuk pembangunan masjid di desa tersebut. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here