Besok, Gubernur Zul Ajak Investor Kilang Minyak Lihat Potensi Teluk Saleh

0
194
Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama rombongan dan investor rapat persiapan perjalanan menuju Pulau Moyo besok di hotel Seaside, Kamis (6/8) malam ini

Rencana Bangun KEK Oil and Gas Pertama di Indonesia

SUMBAWA– Jumat (7/8) hari ini, Gubernur NTB Zulkieflimansyah dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Moyo. Tepatnya di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa. Untuk diketahui, Desa Labuhan Haji ini adalah salah satu desa yang terdapat di Pulau Moyo, salah satu destinasi wisata dunia.

Dalam kunjungan kali ini Gubernur akan membawa investor kilang minyak untuk melihat potensi yang terdapat di Pulau Moyo dan perairan teluk saleh. Investor yang diajak kali ini adalah PT Palembang GMA Refenery Consotium (PGRC). Rombongan yang datang adalah Dirut PT PGRC GMA Rifenery Dr.Muhammad Rusdy, Komisaris PT PGRS GMA Rifenery Akhmad Khalil, dan Sahirudn Alfian.

Untuk itu dalam perjalanan kali ini, Gubernur langsung didampingi beberapa Kepala Dinas terkait hingga Kepala Biro.

Selain akan kunjungan lapangan ke Labuhan Haji, rombongan juga akan mengelilingi perairan Teluk Saleh.

Rombongan sendiri sudah mendarat di Bandara Muhammad Sultan Kaharuddin IV, Sumbawa Kemarin sore. Tadi malam rombongan menginap di Hotel Seaside, jalur SAMOTA. Dan pagi ini menggunakan boat, bersiap menyeberang ke Pulau Moyo.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah kepada Radar Sumbawa sesaat setelah mendarat di Bandara Sumbawa mengatakan, kunjungannya kali ingin mengajak investor kilang minyak untuk melihat potensi di Pulau Sumbawa. Menurutnya, investor ini dulunya sudah membangun kilang minyak di Palu, Sulawesi. Namun rencana itu gagal di tengah jalan karena bencana gempa Palu. Untuk itu, mereka berencana akan merelokasi rencana pembangunan kilang minyak itu. ‘’Kalau mereka tertarik, kita siap memfasilitasi apa yang mereka butuhkan,’’ katanya.
Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi Setda NTB Ridwansyah mengungkapkan investor yang diajak gubernur ini dari Australia. Mereka tertarik berinvestasi di NTB. ‘’Mereka akan lihat lahan untuk kilang minyak. Salah satu pilihannya sudah ada di Lombok. Namun kita ajak ke wilayah SAMOTA siapa tau juga tertarik. Karena ada rencana KEK Teluk Santong. Coba kita lihat apa yang bisa dilakukan. Karena kita komitmen Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini untuk dikembangkan secara merata. Pemprov siap membantu apa yang dibutuhkan. Kalau ada lahan pemerintah, siap akan diberikan,’’ katanya.

Sementara itu, Dirut PT PGRC GMA Rifenery Dr.M.Rusdy menjelaskan Proyek refinery dengan Petro Camp, termasuk SPR, bergerak di bidang cadangan timbunan minyak strategis. Jadi terintegrasi dalam Kawasan Ekonomi Khusus Oil and Gas. ‘’Itu yang kita promosikan. Dan ini yang pertama KEK Oil and Gas pertama di Indonesia,’’ ujarnya. Dia membenarkan rencana perusahaanya untuk merelokasi proyek yang sebelumnya berada di Palu, Sulawesi. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here