DPW PAN NTB Minta AA Dihukum Setimpal

0
71

MATARAM — Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat, H Muazzim Akbar meminta kepada aparat penegak hukum (APH) agar memberikan hukuman seberat-beratnya kepada mantan anggota DPRD NTB berinisial AA (65) yang diduga telah melakukan asusila terhadap anak kandungnya sendiri.

Permintaan itu, menyusul dengan adanya desakan langsung dari pihak DPP PAN. “Sesuai perintah DPP PAN, kita ingin mengetuk dari hati aparat penegak hukum. Kalau ini benar, supaya diberikan sanksi yang seberat-beratnya,” tegas Muazzim saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Sabtu (23/1) di Mataram.

Dikatakannya, bahwa DPP PAN menilai apa yang dilakukan AA sudah tidak bermoral sekaligus mencoreng nama partai. “Tidak ada kader PAN seperti itu. Siapapun kader PAN, baik yang ada di NTB dan Indonesia tidak ada seperti itu. Siapapun kita akan perlakukan sama. Karena ini bukan moral kader PAN,” tegasnya.

Menurut dia, DPP PAN sangat mengutuk keras tindakan asusila AA terhadap anak kandungnya sendiri. Malah, DPP PAN sudah memberikan keputusan tegas untuk memecat AA mantan anggota DPRD NTB empat periode itu secara tidak hormat dari keanggotaan partai.

“Kami telah berkoordinasi dengan DPP, bahwa PAN sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi kepada oknum kader PAN. Untuk itu, sikap PAN tegas memecat saudara AA secara tidak hormat dari kader partai,” tegas Muazzim.

Diungkapkannya, bahwa surat pemecatan AA sebagai kader sudah diterbitkan DPP PAN. Pasalnya, yang berhak memecat adalah DPP. Sebelumnya Muazzim mengaku sudah mengusulkan AA untuk dipecat.

Dari prakongres PAN di Kendari, lanjut dia, Sulawesi Tenggara pada Februari 2020, AA sudah bukan lagi kader PAN. Karena berseberangan dengan kebijakan PAN NTB dalam mengusung calon Ketua Umum Zulkiefli Hasan.

“Kita berkomitmen saat itu bagi kader yang tidak sejalan kita pecat. Terbukti lima orang Ketua DPD PAN Kabupaten sudah kita pecat. AA menjadi pengurus sudah tidak lagi, bahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PAN sudah kita cabut,” kata Muazzim.

Meski demikian, ia secara pribadi mengaku sangat menyayangkan adanya hal tersebut. Disisi lain, kata Muazzim, bahwa apa yang telah terjadi bukan urusan partai. “Sebagai saudara, teman dan sahabat tentu saya sangat menyayangkan itu terjadi. Mudah-mudahan saja apa yang terjadi itu tidak benar,” ucapnya.(jar)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here