Sekretaris DPC PKB Sumbawa Akui Kemenangan Mo-Novi

0
188
Sekretaris DPC PKB Kab Sumbawa Zakariah Surbini (kanan)

Zakariah Surbini: Paslon No 4 Unggul 882 Suara, Fakta yang tak Bisa Dipungkiri

SUMBAWA- Sekretaris DPC PKB Kabupaten Sumbawa Zakaria Surbini, menyatakan mengakui pasangan calon nomor 4 H.Mahmud Abdullah dan Dewi Noviani secara de facto unggul sesuai yang ditetapkan oleh Rapat Pleno KPU Kabupaten Sumbawa. Untuk diketahui, PKB Kab Sumbawa adalah partai pengusung Paslon nomor 1, H.M. Husni Djibril dan H.M.Ikhsan

Untuk itu, Zakaria Surbini mengajak seluruh komponen untuk menghormati hasil yang telah ditetapkan KPU Sumbawa. Namun demikian, Zakariah juga menyatakan menghormati lagkah konstitusional yang dilakukan oleh pasangan nomor 5, Jarot-Mokhlis.

Sebab, menurutnya, hasil dari KPU Sumbawa sebagai penyelenggara sudah melalui proses yang panjang dan tidak ada proses yang terlewatkan menuju penetapan itu.

“Secara pribadi maupun secara kepartaian, saya belum bisa atau belum boleh memberikan ucapan selamat kepada Paslon manapun karena masih dalam proses. Namun, secara de facto, kita harus mengakui bahwa Paslon nomor 4 unggul 882 suara. Ini kan fakta yang tidak bisa dipungkiri, lepas daripada persoalan-persoalan yang menyertainya,” Katanya kepada Radar Sumbawa, Jumat (25/12/20).

“Secara defacto, kita mengakui, misalnya saya sebagai salah seorang Dewan pengarah di Tim Nomor 1, secara pribadi kita harus mengakui, bahwa nomor 4 unggul 882 suara, karena sudah melalui proses yang panjang dan tidak ada satupun yang terlewati menuju ke penetapan itu. Jadi,saya pikir di tingkat KPU sudah clear, bahwa itulah angka-angkanya,” tegasnya lagi.

Berkaitan dengan persoalan-persoalan pelanggaran, menurutnya di lapangan mungkin lebih parah daripada yang ada di media.
“Tetapi kita harus berpikir, bagaimana Sumbawa ini dengan yang sudah terjadi. Terlalu berpikir ke belakang juga tidak bagus untuk kepentingan bersama. Tetapi, pada saatnya nanti Insya Allah akan terungkap, akan selesai lah siapa yang akan menang, siapa yang masih tertunda keberhasilannya,” ujarnya.

Karena itu, secara pribadi maupun kelembagaan, ia mengajak semua komponen, untuk menghormati keputusan-keputusan yang sudah diambil oleh penyelenggara dari tingkat PPS sampai tingkat KPU. “Harus kita hormati hasil itu,” tandasnya.

Persoalan, ada hal- hal yang berkembang sebagai temuan, menurutnya juga harus dihormati. Sebut saja nomor 5 untuk menyampaikan pandangan, kritikan atau tuntutannya pada lembaga terkait.
“Biarkan dua proses ini berjalan, proses fakta bahwa nomor 4 menang selisih 882 adalah fakta aturan atau bisa dikatakan fakta hukum yang sudah terjadi. Kemudian kita juga harus menghormati ada fakta-fakta pelanggaran dari temuan Paslon dari temuan masyarakat, itu harus kita hargai.Biarkan lembaga hukum atau lembaga berwenang yang menyelesaikan itu. Sembari kita tunggu hasilnya,” sarannya.

Harapannya, saat ini, semua harus melihat ke depan, bahwa Sumbawa perlu pembangunan yang merata di semua lini. Karena itu ia berharap semua proses ini bisa selesai secepatnya.

“Oleh karena itu, bahwa proses Pilkada ini kita berharap bisa selesai. Kita menghormati saja 882 suara itu adalah sebuah perolehan yang diraih oleh nomor 4 lepas dari positif negatif pandangan di tengah masyarakat. Kemudian kita menghormati juga Paslon nomor 5 yang sedang berupaya hukum untuk menuntut hak-haknya terhadap itu,” demikian Zakaria. (en)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here