Mengaku Kantongi Bukti Kecurangan, Timses No 4 Laporkan Jarot-Mokhlis ke Bawaslu

0
224
Suasana saat Timses pasangan no 4 Mo-Novi ketika melapor ke Bawaslu Kab Sumbawa tentang dugaan pasangan nomor 5 Jarot-Mokhlis yang diduga melakukan politik uang menjelang hari pencoblosan Pilkada Sumbawa 2020.

SUMBAWA- Perkembangan politik terkini di kabupaten Sumbawa semakin dinamis. Kini giliran tim sukses pasangan nomor 4 yakni Mo-Novi yang melapor ke Bawaslu Sumbawa. Timses nomor 4 melaporkan Jarot-Mokhlis yang diduga melakukan politik uang sebelum pencoblosan pada Pilkada Sumbawa 2020 lalu.

Yang menarik karena pasangan nomor urut 4 ini, H.Mahmud Abdullah-Dewi Noviany adalah peraih suara terbanyak berdasarkan hasil Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU Sumbawa pada 17 Desember lalu. Namun, meskipun telah ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak oleh KPU, namun tim Mo-Novi tetap melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pasangan Jarot-Mokhlis.

Senin pagi 21 Desember, Ketua Umum Relawan Mo-Novi, Candra Wijaya Rayes datang bersama sejumlah simpatisan ke Bawaslu. Mereka, diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, SIP, beserta Komisioner Bawaslu lainnya. Secara resmi, simpatisan paslon Mo-Novi langsung melaporkan adanya dugaan money politik yang dilakukan oleh paslon Jarot-Mokhlis. 

Ditemui seusai memasukkan laporan, Candra Wijaya Rayes mengatakan, empat hari lalu, sejumlah saksi datang kepada pihaknya dengan membawa alat bukti. Yakni terkait dugaan pelanggaran oleh paslon lain. Bukti tersebut seperti video, rekaman suara dan pernyataan. Dalam hal ini, adapun dugaan pelanggaran tersebut adalah money politik. Yang diduga dilakukan oleh paslon nomor urut lima, Jarot-Mokhlis. Baik itu dugaan pembagian uang maupun barang. 

Atas dasar itu, pihaknya kemudian melayangkan laporan ke Bawaslu Kabupaten Sumbawa. Dalam hal ini, pihaknya tetap menghargai azas praduga tak bersalah dalam proses ini. 

Menurutnya, dugaan ini sudah tercium sejak lama. Jika persoalan ini didiamkan, tentu menjadi hal yang tidak nyaman bagi pihaknya. Apapun keputusan Bawaslu nanti, akan diterima oleh pihaknya. Selama hal itu diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Untuk itu kenapa kami datang ke Bawaslu. Jika semakin ditunda, semakin banyak pihak yang merasa menemukan atau mengetahui telah terjadi pelanggaran oleh paslon lain,” ujar Candra kepada wartawan. 

Sebelum melapor, pihaknya sudah melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Setelah persoalannya jelas, langsung dilaporkan ke Bawaslu. Tentunya laporan ini dilayangkan tidak dicampur dengan hal-hal yang lain. Apalagi sampai melakukan rekayasa. Setelah laporan ini dilayangkan, pihaknya tentu menunggu bagaimana keputusan Bawaslu nantinya. 


Terkait hal itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, SIP mengatakan, setiap masyarakat yang melapor, jika memenuhi syarat akan diterima. Prosesnya, laporan ini akan dilihat keterpenuhan syarat formil maupun materielnya. Jika sudah terpenuhi, tidak ada alasan laporan itu tidak didaftarkan. Jika syaratnya belum terpenuhi, diberikan waktu untuk memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. 

“Laporan itu akan tetap kami terima. Jika ada kekurangan, diberikan waktu untuk memenuhi persyaratannya. Diberikan waktu dua kali 24 jam,” terang Syamsi. 

Jiika laporannya memenuhi syarat, tentunya semua pihak terkait akan dipanggil. Untuk dilakukan klarifikasi. Guna mendalami persoalan yang dilaporkan tersebut. (run) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here