Ditekan, Bawaslu Sumbawa Bergeming

0
172
Suasana hearing antara aktivis yang tidak puas dengan keputusan Bawaslu dengan anggota Gakkumdu dan Bawaslu di ruang rapat utama Polres Sumbawa, Kamis 3/12

Penghentian Kasus Vidio Novi
SUMBAWA– Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Pemilu Jurdil (ARPJ), melakukan hearing dengan Bawaslu Sumbawa dan Sentra Gakkumdu. Mereka mempertanyakan terkait dihentikannya penanganan kasus video Cawabup Sumbawa, Dewi Noviany oleh Bawaslu.
Hearing tersebut dilakukan di Rupatama Mapolres Sumbawa, Kamis (3/12) pagi.

Hadir dalam hearing tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, SIP, Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK, Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Rudi Kurniawan, S.Sos., M.Tr (Han) dan Wakapolres Sumbawa, Kompol. Agung Asmara. Selain itu, sejumlah Komisioner Bawaslu, jaksa penuntut umum (JPU) dan penyidik Polres Sumbawa juga turut serta hadir.

Dalam pertemuan itu juga hadir beberapa simpatisan sejumlah paslon. Seperti Salamuddin Maula, Muhammad Taufan, Khairil Anwar dan Hamzah Gempur.

Dalam hearing itu, Taufan cs mempertanyakan terkait penanganan kasus video Novi di Dusun Omo, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Massa mempertanyakan perihal dihentikannya penanganan kasus itu oleh Bawaslu. Sebab, dinilai apa yang dilakukan oleh cawabup dari paslon nomor urut empat itu terbukti melanggar.

Selain itu, Bawaslu dinilai tidak obyektif. Karena terkesan tidak sensitif terhadap dugaan pelanggaran lainnya. Bahkan massa mengancam akan melaporkan Bawaslu Kabupaten Sumbawa ke DKPP terkait persoalan ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, SIP yang dikonfirmasi terkait hal ini menegaskan keputusan itu sesuai keputusan rapat sentra Gakkumdu. Bahwa kasus video Novi itu tidak memenuhi unsur pelanggaran. Karena itu, kasusnya dihentikan. 

“Jadi kita sudah semua membahas terkait kronologis dan penanganan kasusnya. Kami sampaikan bahwa kami sudah menangani kasus itu sesuai batasan waktunya,” ujar Syamsi kepada Radar Sumbawa.

Diungkapkan, dalam penanganan kasus itu, semua saksi sudah diundang untuk diklarifikasi. Bahkan, Novi juga sudah dipanggil guna diklarifikasi perihal laporan atas video itu. Hasil klarifikasi tersebut juga dibahas di Sentra Gakkumdu. Dimana dilakukan pengkajian terhadap video, hasil klarifikasi pelapor, klarifikasi terlapor dan keterangan saksi. Jadi, hasil pembahasan Gakkumdu bahwa kasus tersebut tidak memenuhi unsur. Sehingga tidak bisa ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan.

Adapun dugaan bahwa dalam video itu Novi aktif untuk memberikan bantuan, bahwa fakta dan keterangan saksi tidak menguatkan hal itu. Bahkan, Kajari Sumbawa sendiri sudah menyampaikan, bahwa dalam video itu Novi tidak aktif. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa Novi melakukan perbuatan untuk menjanjikan sesuatu.

Mengenai tudingan bahwa Bawaslu tidak obyektif, menurutnya itu adalah hak dari yang menuding. Namun pihaknya merasa sudah bekerja secara maksimal dan profesional. Apabila massa tidak puas, dipersilakan untuk melapor ke DKPP. “Ada DKPP jika kami tidak profesional atau tidak aktif, kami siap menghadapi sidang. Jika kami dinyatakan tidak maksimal,” pungkasnya. (run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here