Bawaslu Hentikan Kasus Video Novi, Ini Alasannya

0
241
Tim Gakkumdu yang terdiri dari personel Kejaksaan Negwri Sumbawa, Reskrim Polres Sumbawa dan Bawaslu menghentikan kasus laporan video cawabup Dewi Noviani yang dilaporkan sebagai tipilu.

SUMBAWA– Akhirnya Tim Gakkumdu yang terdiri dari personel Kejaksaan Negeri Sumbawa, Penyidik Reskrim Polres Sumbawa, dan Bawaslu menghentikan penyelidikan terkait video calon wakil bupati dari paslon Mo-Novi. Video ini dilaporkan oleh seseorang karena diduga sebagai pelanggaran pemilu. Namun akhirnya kasus ini tidak bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Sebab, dalam hal itu, unsur pelanggarnya tidak terpenuhi.

Beberapa waktu lalu, video percakapan cawabup Dewi Noviani via telepon terhadap seseorang, beredar di medsos. Dalam hal itu, diduga Novi menjanjikan sesuatu kepada orang yang ditelponnya itu. Hal ini kemudian dilaporkan ke Bawaslu. Karena diduga ada unsur pelanggaran tindak pidana pemilu di dalamnya. Atas dasar laporan itu, Bawaslu Kabupaten Sumbawa langsung bertindak. Namun, berdasarkan hasil pembahasan di Sentra Gakkumdu, unsur dugaan pelanggarannya tidak terpenuhi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, SIP mengatakan, hal ini dilaporkan dan terdaftar dengan nomor 004/REG/LP/PB/Kab/18.08/XI/2020. Dimana dalam laporannya, Novi diduga melakukan pelanggaran saat berkampanye di Dusun Omo, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara.
Syamsi menjelaskan, Kampanye pertemuan terbatas itu dilakukan 11 November 2020 lalu. Hal ini dilaporkan oleh pelapor ke Bawaslu Kabupaten Sumbawa, tanggal 27 November lalu, Dalam video tersebut, diduga Novi sedang menelepon seseorang. Dalam pembicaraan, Novi diduga menjanjikan barang berupa kursi sejumlah 50 buah kepada warga Dusun Omo. 

Syamsi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait hal ini di Sentra Gakkumdu. Anggota Gakkumdu terdiri dari personel Kejaksaan Negeri Sumbawa, Penyidik Reskrim Polres Sumbawa, dan Bawaslu. Pembahasan dilakukan sebanyak dua kali. Hasilnya, penanganan terkait kasus itu dihentikan. “Keputusan penanganannya dihentikan setelah pembahasan kedua di Sentra Gakkumdu,” ujar Syamsi. 

Dijelaskan, saat itu Novi menelepon seseorang yang disebut H. Ahmad. Yang bersangkutan merupakan penanggungjawab dan pengelola Arena Pacuan Kuda Angin Laut, di Dusun Omo Desa Penyaring.

Terungkap, permintaan bantuan masyarakat Dusun Omo, bukan kepada Novi sebagai Calon Wakil Bupati Sumbawa. Tetapi kepada H. Ahmad selaku penanggungjawab arena pacuan kuda. Karena arena itu dianggap oleh masyarakat Dusun Omo, tidak mempunyai manfaat. Tetapi hanya menyisakan sampah dan kotoran kuda saja.

Lebih lanjut dipaparkan, menurut keterangan saksi Novi tidak menjanjikan atau memberikan sesuatu benda atau materi lainnya kepada masyarakat Dusun Omo. Tetapi masyarakat Dusun Omo yang meminta kepada Novi. Bahwa Novi hanya memfasilitasi warga Dusun Omo yang meminta bantuan berupa kursi kepada H. Ahmad, selaku penanggungjawab Arena Pacuan Kuda Angin Laut.     

Dengan demikian, lanjut Syamsi, penanganan terhadap kasus ini resmi dihentikan. Sehingga tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. (run) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here