Bawaslu: Tidak Ada Rekomendasi Hentikan Kunker Gubernur

0
118
Anggota Bawaslu Sumbawa rapat koordinasi bersama Kapolres dan Kajari Sumbawa terkait penanganan Gakumdu di Kabupaten Sumbawa

‘’Tidak ada kata menghentikan atau menstop (Kegiatan gubernur). Inilah yang ingin kita klarifikasi. Kita tetap ingin sesuai ‘rule of the game’. Kita juga tidak ingin melampaui kewenangan,’’ Lukmanul Hakim.

SUMBAWA- Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa Syamsi Hidayat menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi menyetop atau menghentikan kunjungan kerja Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah di Kabupaten Sumbawa. Karena sejauh ini, ia mengakui belum menemukan adanya pelanggaran terkait kunker gubernur di Sumbawa.

Hal ini disampaikan syamsi terkait pernyataan Kajari Sumbawa Iwan Setiawan di sebuah media cetak. Dalam berita itu Iwan menyatakan ada rapat koordinasi dengan Bawaslu yang mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan kunjungan kerja Gubernur NTB ke Sumbawa.

“Kemarin kita melakukan rapat sentra Gakumdu terkait dengan adanya indikasi pelanggaran dari salah satu anggota DPRD. Setelah itu kita juga membahas tentang kunker gubernur ke Kabupaten Sumbawa. Ada jadwal dari tanggal 4 sampai 30 November. Kita menghawatirkan bahwa kunjungan kerja ini jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan. Karena di pasal 71 jelas disebutkan bahwa gubernur maupun bupati dilarang dalam hal menguntungkan atau merugikan salah satu paslon,” kata Syamsi usai mengikuti kegiatan di Polres Sumbawa, Rabu sore.

Artinya kunker yang dilakukan gubernur selama ini salah? “ Kami sendiri Bawaslu sampai saat ini Belum menemukan adanya sebuah pelanggaran yang kami dapatkan. Tetapi tetap kami akan mengawasi secara maksimal meneruskan kepada jajaran kami. Jangan sampai ada pemanfaatan penggunaan program pemerintah di situ,”tandasnya.

Apakah benar ada rekomendasi dari Bawaslu untuk menyetop Kunker gubernur? “ Dari Bawaslu sendiri tidak pernah kita mengatakan itu Kunker disetop. Dalam berita yang beredar itu rakor Bawaslu, tidak pernah kita mengatakan bahwa kunker itu disetop. Tadi sudah kami konfirmasi ke pak Kajari bahwa beliau tidak pernah menyampaikan itu. Karena apabila ada indikasi, tentu Bawaslu akan melakukan prosedur secara aturan. Harapan kami kalau bisa, kunker itu jangan sampai lah dilakukan, kita khawatirkan jangan sampai ada pelanggaran. Tidak dikatakan disetop,” ungkapnya.

Bahwa dalam pelaksanaannya  di lapangan itu dilaporkan oleh Pengawas kami, gubernur itu turun ada tim (Timses-Red) yang mendampingi dalam hal jalan. Karena itu kegiatan gubernur, murni kegiatannya janganlah ada tim sukses,” tandasnya lagi.

Diakui, selama ini yang didapatkan, belum bisa dikatakan bahwa kunker itu salah. Ke depan apabila tetap melakukan kunker, harus bisa dijagalah bisa memisahkan kunker dalam kapasitas sebagai gubernur dan kapasitas sebagai tim untuk melakukan kampanye.

“Kami akan melayangkan surat kepada gubernur secepatnya. Surat itu isinya lebih kepada kita saling mengingatkan. Sampai saat ini sudah saya katakan, kunker gubernur tidak jadi persoalan dan Bawaslu tidak pernah menyetop kunker gubernur,”demikian Syamsi.

Senada dengan Syamsi, Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumbawa Lukmanul Hakim menegaskan, bahwa tidak pernah ada rekomendasi yang menghentikan atau Stop kegiatan kunjungan kerja gubernur.

‘’Tidak ada kata menghentikan atau menstop (Kegiatan gubernur). Inilah yang ingin kita klarifikasi. Kita tetap ingin sesuai ‘rule of the game’. Kita juga tidak ingin melampaui kewenangan,’’ tegasnya.

Lukman mengakui bahwa memang benar telah melaksanakan rapat koordinasi. Namun, rapat koordinasi itu membicarakan dua hal. Pertama adalah masalah yang ditangani oleh Gakumdu terkait laporan timses Talif-Sudir terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh salah seorang anggota DPRD. Kemudian kedua masalah yang ditangani oleh Kelompok Kerja (Pokja) pelanggaran protocol covid oleh semua pasangan calon.

Menurut Lukman, di tengah perjalanan rapat, Kapolres dan Kajari mengungkapkan pertanyaan bagaimana dengan kegiatan Kunjungan Kerja gubernur? Karena menurut Kapolres banyak beredar di media sosial yang keberatan. Jadi bagaimana untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan untuk menjaga kondusifitas daerah.

‘’Dalam rapat itu, Kajari dan Kapolres meminta Bawaslu untuk mengirim surat ke gubernur untuk mempertimbangkan pelaksanakan kegiatan agar diundur di masa kampanye. Hal ini untuk mengantisipasi adanya ‘konflik of interest’. Karena gubernur sendiri salah satu tim jurkam salah satu pasangan calon,’’ jelas Lukman.

Dikatakan, sebenarnya pihak Bawaslu sudah terlebih dahulu mengirim surat imbauan kepada seluruh pihak terkait. Mulai kepada Gubernur, Anggota DPR RI Dapil 1, Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten agar jangan sisipi kegiatannya dengan muatan politis. Jangan lakukan hal-hal yang melanggar UU 10 mengenai pemilihan bupati dan wakil bupati. Ini sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.

Sementara itu, dikonfirmasi oleh Radar Sumbawa, Kajari Sumbawa Iwan Setiawan SH mengatakan, bahwa hasil rapat diharapkan agar kunker itu dilaksanakan pada lain waktu. Namun demikian, bukan berarti menghentikan kunker itu sama sekali. Karena tidak mungkin pihaknya melarang dilaksanakannya kegiatan pemerintah. “Mungkin gubernur tidak ada kepentingan tersendiri. Namun, ada orang yang melihatnya lain,” ujar kajari.

Dalam hal ini, Bawaslu akan bersurat secara resmi langsung ke gubernur, untuk melakukan penundaan kegiatan kunker tersebut. Jika tidak memungkinkan ditunda, sebaiknya didelegasikan kepada pejabat terkait. Mengingat gubernur masuk sebagai tim salah satu pasangan calon.

Selama kunker itu, lanjut kajari, pihaknya belum pernah mendapat laporan terkait ajakan untuk memilih paslon tertentu. Jika memang terjadi, atau misalkan ada kesengajaan untuk mengarahkan pada paslon tertentu, maka mengarah pada perbuatan pidana pemilu. Karena hal itu diatur jelas dalam pasal 71 PKPU.

Sementara itu, Kapolres Sumbwa AKBP Widy Saputra tidak bersedia berkomentar. ‘’Kalau itu langsung ke Ketua Bawaslu saja. Sama saja informasinya. Yang jelas, benar kemarin itu (Selasa 13/10) ada rapat koordinasi terkait Sentra Gakumdu,’’ ujarnya. (en/jar/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here