Prihatin dengan Guru/Nakes Sukarela, Pjs Bupati Sumbawa akan Cari Solusi ke Pusat

0
117

SUMBAWA- Pjs Bupati mengaku prihatin dengan pendapatan para GTT dan tenaga kesejatan secara keseluruhan. Terutama yang bertugas di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Sumbawa. Karena itu, ia akan membawa dan mengkomunikasikan persoalan ini ke pusat.

“Sebenarnya pusat itu membutuhkan informasi dari kita. Kalau kita tidak sering berkomunikasi, mereka juga tidak tahu tentang itu. Kayak  di Pulau Medang,  Tepal dan wilayah terpencil lainnya kan relawan (Sukarela-Red) yang bergerak. Mereka yang rajin,” kata Pjs di ruang kerjanya, kemarin.

Tenaga sukarela ini menurutnya biasanya hanya mendapat biaya tindak dari BPJS. Tergantung pasien di sana. Terkadang hanya Rp 150 atau Rp 300 per bulan mereka dapatkan. Terutama yang berada di daerah terpencil. Ini harus menjadi perhatian.

“Ini yang kita coba komunikasikan ke pusat.  Rencana mungkin Minggu depan. Karena mengandalkan APBD tidak ada. Kontraksi luar biasa APBD kita,” jelasnya.

Konkretnya kata Pjs, ini akan dikomunikasikan untuk terakomodir melalui program Nusantara sehat, khusus mengenai tenaga kesehatan.

“Kan ada program Nusantara Sehat. Umumnya dalam program ini ditukar  yang dari Aceh kesini dan sebaliknya. Nah, kita berharap ke Kemenkes misalnya putra daerah di sini ditempatkan di sini.  Gak usah jauh. Memang program Menkses ini bagus. Toh nanti juga mereka kembali ke daerah asalnya. Tapi beberapa informasi saya lihat bukan pada persoalan kualitas ini. Kebhinekaan yang ditonjolkan di sini,”terangnya.

“Ada hal yang menarik juga  di program Nusantara Sehat ini. Mungkin yang dari Luar NTB, rasa memiliki, rasa kekeluargaan itu mungkin yang kurang. Tapi kalau orang kita yang bekerja di puskesmas atau Pustu tentu rasa kekeluargaan kerjasamanya dengan masyarakat mungkin lebih bagus. Terhadap kawan-kawan yang statusnya masih honor atau sukarela yang ada di atau yang bekerja di lini terdepan di daerah terpencil dengan kontraksi APBD saat ini yang tidak begitu bagus. Upaya kita, coba kita akomodir kita masukkan dalam daftar kita susun bersama BKD termasuk juga guru kita. Kita bawa ke pusat dulu. Paling tidak nanti di Jakarta kita jelaskan kondisi honor sukarela di Sumbawa. Apalagi guru ada yang 25 tahun mengabdi,” imbuhnya.

Selain tentang sukarela, yang akan dikomunikasikan juga terkait lulusan Nakes yang belum bekerja baik sebagai honorer maupun sukarela. “Kita bicarakan dengan pusat. Karena lulusan nakes yang tidak jadi relawan dan honor juga di luar banyak. Nanti kita coba komunikasikan itu penyalurannya ke mana,” janji Pjs.Bupati. (en)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here