Forum GTT Minta Sekolah Transparan Kelola Dana BOS

0
61

 

Pjs Bupati Sumbawa Zainal Abidin saat menerima perwakilan Pengurus Forum GTT di ruang kerjanya, Senin (12/10).

SUMBAWA- Tiga orang perwakilan Pengurus Forum Guru Tidak Tetap Sumbawa mendatangi kantor bupati Sumbawa Senin (12/10). Mereka diterima langsung Pjs Bupati Sumbwa Ir.Zainal Abidin, M.Si di ruang kerja bupati. Kepada Bupati, mereka berkeluh kesah terkait dengan pekerjaan mereka sehari-hari..

Salah satu yang mereka keluhkan adalah, tidak transparannya pengelolaan dana BOS oleh pihak sekolah di masa covid ini. Ketua Forum GTT Yuyun mengungkapkan, pihaknya tidak mempermasalahkan meskipun honor mereka sedikit. Asalkan ada transparan. Misalnya saat ini, selama pandemic covid, ternyata sudah ada kenaikan. Karena dana BOS bisa digunakan untuk honor guru. ‘’Namun ternyata ada sekolah dasar yang tidak menaikkan sama sekali,’’ keluhnya.

Namun GTT tidak berani bertanya kepada sekolah bersangkutan. Karena pasti akan berhadapan dengan kalimat begini, ‘’Jika tidak suka, silakan (keluar),’’ katanya. Kan kasihan teman-teman yang sudah belasan tahun mengabdi, dikasi bahasa seperti itu,’’ tambahnya.

Sementara itu, pengurus lainnya Andi Samsul Kadri, dan Sahrul Ardiansyah berharap sekolah melaksanakan rapat penggunaan dana BOS. Karena ada kepsek yang tidak melakukan itu. Ketika menerima dana BOS tahunan  tidak ada rapat anggaran. ‘’Dan ini kita inginkan sekolah tetap transparans tentang pengelolaan dana BOS,’’ kata Andi.

Diakui saat ini pendapatan para GTT variatif. Tergantung sekolah. Misalnya ssat ini berlangsung BDR, mestinya ada dialokasikan uang pulsa. Ada diberikan namun hanya Rp 50 ribu untuk tiga bulan. ‘’Namun bukan pada jumlah. Bahkan tidak ada pun, tidak masalah. Asal ada keterbukaan dalam pengelolaan dana BOS,’’ kata Yuyun.

Masalah lain yang disampaikan kepada Pjs Bupati adalah mau dibawa kemana GTT ini. Jumlah GTT saat ini yang masuk dapodik hampir 5000 orang. Sementara kebutuhan guru saat ini paling sekitar 1000. Kalaupun diangkat semua yang masuk dapodik, maka kita kelebihan guru. Belum lagi di luar dapodik.

Menurutnya, pernah ada regulasi sekolah tidak boleh mengangkat guru baru. Namun sampai saat ini masih terjadi. Alasannya sekolah membutuhkan.  Padahal sebenarnya masih bisa memaksimalkan guru yang ada.

Terkait keluhan para guru tidak tetap ini, Pjs Bupati Sumbawa Zainal Abidin mengaku prihatin. Dia berjanji akan memfasilitasi forum GTT dengan pihak sekolah. ‘’dalam minggu ini kita akan gelar pertemuan,’’ ujar Pjs Bupati. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here