Apakah Kunker Gubernur Melanggar? Ini Jawaban Bawaslu Sumbawa

0
158
Syamsi Hidayat, Ketua Bawaslu Sumbawa

SUMBAWA- Saat ini suhu politik menjelang Pilkada Sumbawa sedikit memanas. Tim sukses pasangan calon Nurdin-Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam menyoroti kunjungan kerja gubernur ke beberapa desa di kabupaten Sumbawa. Hal ini dianggap ‘tidak fair’. Calon Gubernur dan Ketua Tim Suksesnya Syamsul Fikri, S.Ag meminta agar gubernur berhenti turun ke desa-desa.

Dalam surat terbuka Ketua Tim Sukses Nur-Salam Syamsul Fikri mengkritik berbagai kegiatan Gubernur NTB di Kabupaten Sumbawa di masa kampanye Pilkada. Dalam berbagai kegiatan safari di Kabupaten Sumbawa tersebut, Gubernur NTB dituding membagi bagi barang dan juga program pembangunan di berbagai tempat yang dikunjungi.

Tim Nur Salam meminta kepada Penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu agar  memiliki sensitifitas yang tinggi dalam memitigasi berbagai potensi pelanggaran dalam Pilkada Sumbawa. Demi terciptanya pilkada yang sehat.

Terkait hal ini, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sumbawa ketika diminta tanggapannya atas kunjungan kerja gubernur Zulkieflimansyah ini mengaku belum mendapat laporan apa-apa. Saat ini masih mengumpulkan informasi dan hasil pengawasan para Panwascam di lapangan.

“Kami saat ini masih mengumpulkan informasi  pengawasan dari Panwas di masing-masing wilayah terkait informasi ini,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa Syamsi Hidayat.

Apakah ada pelanggaran terkait yang dilakukan Gubernur di Sumbawa ?

“Belum bisa kita putuskan. Kalau sudah ada laporan yang  kongkrit dari pengawas di tingkat bawah. Kami akan mengkaji. Saat ini informasi pengawasan inilah yang sedang kami kumpulkan,” ungkapnya.

Dikatakan Syamsi, Bawaslu juga belum menerima laporan resmi dari Tim Nur-Salam perihal tersebut.

Apa tanggapan bawaslu terkait orasi politik Cabup nomor 2 di Labangka  yang oleh banyak pihak menilai itu black campain karena menyinggung person? “ Kita tetap sesuai aturan. Hasil pengawasan teman- teman di bawah yang disampaikan ke kami tetap akan dikaji sesuai aturan dulu baru bisa disimpulkan. Apakah ada dan tidak adanya sebuah pelanggaran,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang dihubungi Radar Sumbawa menjawab santai. Menurutnya sebagai gubernur NTB, programmnya menemui langsung masyarakat sudah dilakukan sejak masih menjadi calon gubernur dan wakil gubernur bersama Hj.Sitti Rohmi Djalillah. Seusai dilantik menjadi gubernur pun, turun ke pelosok desa-desa di Pulau Lombok dan Sumbawa terus dilakukan. Tak pernah berhenti. Sampai sekarang.

‘’Karena janji kami (Zul-Rohmi) dulu kepada masyarakat hanya satu. Bahwa jika kami berhasil menjadi gubernur dan wakil gubernur NTB, kebiasaan mengunjungi masyarakat tidak akan berhenti. Dan inilah yang kami lakukan saat ini. Selain itu, kedatangan saya kali ini atas undangan teman-teman kepala desa saat mereka bersilaturrahmi ke kediaman kami di Mataram. Saya diundang untuk datang melihat langsung masalah-masalah yang dihadapi teman-teman di desa. Tidak ada urusan dengan Pilkada,’’ katanya kalem. (en)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here