Bos Toko Rafasas Diamankan Polisi

0
312
SA, tersangka penistaan agama

SUMBAWA- Pemilik toko pakaian Rfs, di jalan Garuda, Lempeh, Sumbawa, berinisial SA, harus berurusan dengan polisi. Sebab, wanita ini diduga telah melakukan penistaan agama. SA menulis postingan dan membagikan selebaran yang diduga berisi penistaan agama. 

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Akmal Novian Reza, SIK yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya telah memproses kasus tersebut. Saat ini, SA sudah berstatus tersangka. Yang bersangkutan juga sudah ditahan di Lapas Sumbawa. “SA diamankan saat berada di rumah sekaligus tokonya, Selasa (28/7) lalu. Di seputaran Jalan Garuda, Kelurahan Lempeh,” ujar Akmal, akrab perwira ini disapa. 

Dijelaskan, sebelumnya dilayangkan panggilan terlebih dahulu kepada SA. Namun, tidak datang. Dalam surat panggilan kedua, yang bersangkutan tidak bisa hadir. Dengan alasan yang tidak wajar. Panggilan ketiga juga tidak diindahkan. Sehingga penyidik membuat surat perintah membawa. 

Setelah itu, dilakukan penggeledahan. Ditemukan sejumlah barang bukti di rumah tersangka SA. Selain SA, pihaknya mengamankan barang bukti berupa komputer, printer dan selebaran.

Adapun modusnya, SA memposting bahasa yang bertentangan dengan ajaran islam. Hal ini diposting melalui akun facebooknya yang berinisial SMA. Terduga pelaku juga diduga menyebarkan selebaran yang berisi inkar sunnah. Dimana SA menyelipkan selebaran berisikan inkar sunnah pada barang yang dibeli oleh konsumennya. 

Yang bersangkutan dijerat menggunakan pasal 28 ayat 2 undang-undang ITE tahun 2008. sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Adapun ancaman hukumannya enam tahun penjara. “Saat ini masih dilakukan penyidikan atas kasus tersebut,” terang Akmal. 

Sebelumnya, facebooker dengan inisial nama akun SMA, dipolisikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa. Sebab, postingan facebooker tersebut dinilai meresahkan. Dimana SMA memposting ayat dari Al-qur’an yang ditafsirkan semaunya. Hal ini akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat. Termasuk juga mendiskreditkan lembaga Islam. (run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here