Hingga Juli Dapatkan 500 Gram, Barang Bukti Sabu Melonjak Drastis

0
82
pemusnahan sabu di Polres Sumbawa beberapa waktu lalu

SUMBAWA- Lebih dari setengah kilogram narkoba jenis sabu, diamankan Polres Sumbawa dalam tujuh bulan terakhir. Hasil tangkapan atau barang bukti narkoba jenis sabu ini, melonjak drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut data dari Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa, hingga Juli ini, dilakukan pengungkapan sebanyak 27 kasus narkoba. Didominasi dengan pengungkapan narkotika jenis sabu. Dengan total barang bukti sabu sebanyak 578,60 gram dan ganja seberat 99,13 gram.

Sementara sepanjang 2019 lalu, dilakukan pengungkapan sebanyak 50 kasus narkoba. Dengan barang bukti bervariasi. Namun barang bukti sabu sepanjang tahun 2019 itu hanya seberat 163,28 gram. Jauh lebih kecil dibandingkan barang bukti 2020 yang baru sampai bulan Juli.

Selain itu, pada tahun 2019 lalu didapatkan Ekstasi seberat 13,38 gram. Sementara ganja seberat 58,22 gram. Selain itu, juga berhasil diamankan barang bukti berupa tramadol sebanyak 185 butir. 

Pengungkapan tahun ini, terbilang banyak. Karena baru saja tujuh bulan, jumlah kasus yang diungkap lebih dari setengah, dari jumlah tahun lalu. Pengungkapan tahun ini dilakukan di sejumlah kecamatan. Tersebar di Kecamatan Alas, Buer, Utan, Labuhan Badas, Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Lopok, Plampang dan Empang.

Terkait hal itu, Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Masdidin, SH mengatakan, bahwa pengungkapan ini baru satu semester. Masih ada sekitar lima bulan lagi. Pengungkapan tidak terlepas dari info masyarakat. 

Dengan jumlah barang bukti yang telah diamankan, peredaran narkotika di Kabupaten Sumbawa masih banyak. Pihaknya tetap melakukan tindakan represif (penindakan) dan persuasif (imbauan). Tindakan represif dan persuasif ini berjalan bersamaan. Masyarakat diharapkan untuk ikut membantu penegak hukum untuk memberantas peredaran narkoba. Jika masyarakat mendapatkan informasi tentang peredaran narkoba, diharapkan untuk segera dilaporkan ke polisi. 

Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan tindakan persuasif. Seperti melakukan imbauan ke masyarakat. Dengan cara turun langsung ke desa. Agar tidak menjadi korban atau pelaku peredaran narkoba. Sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Sejalan dengan program Kampung Sehat. 

Yang memprihatinkan, di tengah maraknya kasus narkoba saat ini, banyak oknum tidak bertanggung jawab melakukan penipuan. Modusnya menghubungi keluarga pelaku narkoba. Oknum itu mengatasnamakan pihak kepolisian. Oknum itu memberikan iming-iming untuk membantu membebaskan pelaku. 
Kasat Narkoba berharap agar masyarakat tidak mempercayai hal tersebut. Karena pihaknya tidak pernah melakukan hal itu. 

“Kami dari kepolisian tidak pernah melakukan hal itu. Jika masyarakat mendapat telepon seperti itu, segera laporkan ke kepolisian,” tegasnya. (run) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here