Kompetensi Kepribadian Guru Diuji dalam BDR

0
60
Oleh : Sahra, M.Pd Guru SMP



Pendidikan merupakan sektor yang paling penting dalam mempersiapkan Indonesia sebagai Negara maju di masa yang akan datang, setidaknya di tahun 2025 sebagai akhir dari RPJPN 2005-2025, masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang cerdas berdayasaing. Apalagi kita sudah memasuki tahun 2020 pasar bebas maka makin tinggi pula persaingan yang terjadi dalam kehiupan berbangsa dan bernegara.

Di tahun 2020 inilah juga Indonesia mengalami masa inkubasi pendidikan. Di mana masa ini, kita sebagai guru dan siswa kita sebagai pelajar, tidak bisa melakukan pembelajaran secara normal seperti biasanya belajar di sekolah setiap hari. Virus Covid 19 sudah membuat pembelajaran yang kita lakukan berubah. Saat ini pembelajaran BDR (Belajar Di Rumah) di lakukan melalui Daring (Dalam Jaringan) Online dan luring (Luar Jaringan). Berbagia macam cara dan trik yang dilakukan oleh guru agar siswa yang diajarkannya bisa belajar selama belajar di rumah. Mulai dari memilih metode apa, cara pembelajaran daring atau luring yang dipilih oleh orang tua siswa dan siswa, semua sudah di lakukan. Bahkan sudah berjalan dengan baik.
Di tengah perjalanan BDR inilah kemampuan atau kompetensi guru diuji. Kompetensi guru menurut Pasal 10 ayat 1 Undang-Undang No.14/2005 ada 4 yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Masa pandemic ini kompetensi kepribadian guru diuji. Guru harus berpikir keras dan kreatif dalam menentukan cara apa yang dipilih walaupun sudah menetapkan daring atau luring dalam proses pembelajaran yang digunakan. Kepribadian kita diuji.  Kompetensi kepribadian/sifat yang harus dipenuhi oleh seorang guru dalam masa pandemic ini ada 9 yaitu :
1. Adaptability in instruction interaction, mudah menyesuaikan diri dengan situasi. Guru bisa dengan mudah mengubah suasana belajar sesuai dengan kebutuhan psikologis siswa, daripada mempertahankan skenario pembelajaran yang sudah dirancang tapi kurang sesuai dengan situasi belajar siswa 
2. Humor, guru yang humoris, periang dan dapat membangkitkan suasana belajar kembali segar, akan lebih berpeluang untuk dapat menyampaikan materi ajar dengan baik, dan akan lebih membuat para siswa senang belajar, nyaman dan terhindar dari kelelahan.
3. Memiliki tanggung jawab professional yang baik untuk kemajuan siswa, dengan penilaian yang fair, dan selalu terbuka untuk melakukan perbaikan dengan mengeskplorasi saran serta masukkan dari siswa.
4. Enthusiasm, guru yang antusias dalam membelajarkan para siswanya akan sangat membantu dalam membangun dan menghidupkan serta meningkatkan motivasi siswa dalam partisipasi belajarnya.
5. Argreeableness, guru harus mudah atau bisa menerima perbedaan dan mudaguru harus mudah atau bisa menerima perbedaan dan mudah memahami pendapat orang lain, dan bisa menikmati relasi kolegial, dalam keadaan sependapat atau tidak sependapat tentang sesuatu.
6. Caring, yakni memiliki kepedulian yang baik kepada siswa, sejawat, orang tua siswa, dan seluruh kelompok sosial yang dilayaninya. Guru yang memiliki kepedulian akan selalu mengembangkan pedagogi yang dapat mendorong siswanya belajar, guru akan memahami perasaan para siswanya dan dia mampu mengetahui apa kebutuhan siswanya. Dan guruyang peduli akan tetap menjaga hubungan dengan siswanya dalam situasi apapun.
7. Acceptance, sikap menerima, yakni guru bisa menerima siswa dengan apa adanya, memahami siswa dengan berbagai problema dan keistimewaan yang dimilikinya. Sikap menerima memiliki beberapa segi, antara lain menghadapi siswa dengan bersahabat, peduli, senantiasa memberikan bantuan, dan terkahir seorang guru sebaiknya tidak serta merta menghakimi atau menginterprestasi perbuatan siswa, tapi pahami perbuatan mereka, jika keliru, diperbaiki dengan cara-cara yang bisa diterima mereka.
8. Empathy, guru memahami dan menerima pengalaman siswa, berkomunikasi yang mampu dan biasa mendengar dengan sangat hati-hati, akurat dan dengan sensitifitas yang sangat dalam.
9. Stimulatif, guru mendorong siswa untuk maju kearah yang baikDari pemahaman di atas, kita bisa bertanya pada diri kita sebagai pendidik, apakah dari 9 sifat itu kita sudah memilikinya? Inilah mengapa penulis mengatakan “Kompetensi Kepribadian guru diuji” di masa BDR ini. 
Semoga kompetensi kepribadian ini bisa kita miliki dan melekat pada seorang guru. Jadilah guru yang berkepribadian ideal yang bisa diharapkan akan mampu membawa perubahan pada tradisi belajar para siswa di masa pandemic ini. Dan kita bisa bersama-sama melewati masa ini dengan baik dan semangat, sehingga anak-anak atau siswa kita tetap belajar dengan kondisi faktual yang mereka jalani di rumah mereka. 
Referensi Maria Liakopoulou, The Professional Competence of Teachers: Which qualities, attitudes, skills and knowledge contribute to a teacher’s effectiveness, International Journal of Humanities and Social Science Vol. 1 No. 21 (Special Issue)-December 2011Undan-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan DosenPeraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here