Rektor Unsa Lepas 262 Mahasiswa KKL

0
88
Rektor Universitas Samawa Dr.Syafruddin saat melepas mahasiswa KKL Rabu kemarin.


SUMBAWA- Unsa tetap laksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) untuk angkatan 22 tahun 2020. Rabu (22/7) pukul 10:00 WITA, Rektor Unsa, Dr.Syafruddin, SE, MM resmi membuka dan melepas mahasiswa KKL regular. Jumlah mahasiswa berjumlah 262 orang. KKL akan berakhir pada tanggal 7 September 2020 mendatang. Lokasi KKL bertempat di Universitas Samawa dan desa mitra.

Sistem KKL tahun ini sedikit berbeda karena dilakukan di tengah pandemic corona. “Karena KKL sudah terprogram dalam kurikulum dan jika ditunda lagi maka kelulusan mahasiswa akan tertunda pula,” jelas Syafruddin.

Mahasiswa Unsa yang siap menjalani KKL saat acara pelepasan oleh Rektor

Syafruddin juga menambahkan bahwa tahun ini posko dan perkumpulan ditiadakan dan diskusi diadakan secara online untuk menghindari terjadinya kerumunan. Dalam setiap kelompok juga hanya berisi 5-6 orang dan tidak ada sistem penginapan.

Protokol kesehatan tetap dijaga ketat dalam KKL yang bertema “Membangun Masyarakat Tangguh melalui Merdeka Belajar di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” ini. Penggunaan masker, handsanitizer dan pencucian tangan sebelum dan sesudah kegiatan, serta social distancing merupakan rutinitas bagi para pihak yang bersangkutan dalam kegiatan ini.

Sebelum mengambil keputusan mengenai pelaksanaan KKL, Rektor telah melakukan diskusi panjang. Sistem dan metode pun telah disusun dan dipikirkan dengan matang. Dalam pidatonya, Rektor mangatakan, “Ilmu tanpa pengakuan dari orang lain tidaklah berguna”. Untuk itu, Syafruddin sangat berharap agar mahasiswa yang melaksanakan KKL regular ini dapat menjadi mahasiswa yang mampu mengabdi, berdiskusi, dan beradaptasi dengan sebuah komunitas yang nyata.

Ketua Panitia kegiatan KKL yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsa, Dr.Ieke Wulan Ayu, S.TP, M.Si. mengatakan kegiatan ini mengangkat 4 sub tema kegiatan antara lain pencegahan dan penanggulanganan covid-19, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, dan pendampingan desa terpencil.


“Kami mengedepankan e-digital, salah satu contohnya adalah dengan pembuatan poster dan video sebagai sarana edukasi bagi para pemuda yang masih berkumpul di desa yang kemudian dibagikan melalui media digital,” jelas Ieke. (cr-rg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here