KKN PPM UNSA Bernilai Ekonomi

0
112
Universitas Samawa (UNSA) melakukan  Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran (KKN-PPM). Tema yang diusung adalah meningkatkan keberdayaan desa melalui pembangunan bank sampah desa di desa Jurumapin. 

Bangun Bank Sampah Desa di Desa Jurumpain 

SUMBAWA– Di tengah mewabahnya covid-19 dan berlakunya new normal di Indonesia, Universitas Samawa (UNSA) melakukan  Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran (KKN-PPM). Tema yang diusung adalah meningkatkan keberdayaan desa melalui pembangunan bank sampah desa di desa Jurumapin. 

Menurut Dr.Siti Nurwahidah,SP,M.Si selaku pembimbing KKN PPM UNSA desa Jurumapin, kegiatan kali ini dibiayai Kemenristek BRIN. UNSA sudah melakukan kompetisi di tingkat nasional untuk dapat memenangkannya, sehingga pembangunan bank sampah desa Jurumapin dapat terlaksana..
Alhamdulillah desa Jurumapin dan perangkat desanya sangat menerima program iini, semoga ke depannya kami dapat membantu desa lainnya,” katanya.

Pembimbing KKN PPM yang juga Dekan fakultas Pertanian UNSA Heri Kusnayadi,MP, berharap apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN PPM dapat dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh Desa Jurumapin. Ke depannya agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan baik dalam bentuk finansial atau pendukung lainnya. 

Dalam 10 hari kegiatan KKN PPM ini pesanan untuk produk yang dibuat telah dibanjiri oleh banyak pesanan terutama pesanan untuk keranjang air dan kursi. 

“Kami mengharapkan produk-produk ini dapat bersaing dipasaran lokal dan nasional dan dikenal oleh seluruh masyarakat, walaupun ini dari sampah tapi kami harapkan juga produk yang dihasilkan berkualitas dengan harga murah tapi kualitas yang tierbaik” ujar Heri Kusnayadi. 

Kades Jurumapin, Ahmad H. Jamaluddin menjelaskan bahwa program yang dijalankan oleh peserta KKN PPM ini sinkron dengan kegiatan yang akan diadakan oleh pemerintah desa yaitu tentang pemberdayaan masyarakat. 

Tidak hanya membangun bank sampah desa saja tetapi UNSA juga memberikan alat-alat untuk menunjang pelaksanaan bank sampah desa guna pengoperasian bank sampah desa seperti disediakannya mesin jahit, mesin obras, etelase pamer, dan beberapa fasilitas mebel kantor lainnya. Hal ini diharapkan agar dalam proses produksi dapat berjalan dengan lancar.

KKN PPM ini bisa dikatakan KKN yang luar biasa, karena dalam KKN ini semua program yang dijalankan adalah program mandiri serta pendanaan untuk program ini adalah hibah dari Kemenristek BRIN. “KKN yang luar biasa dengan program-program pelatihan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa dan kami berharap program ini bisa berkelanjutan” ujar Kades.

Sesuai tema yang diusung peserta mengajarkan pelatihan-pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik. Pelatihan ini selain bertujuan agar sampah-sampah di desa dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi, juga untuk mengajarkan masyarakat desa khususnya pemuda desa akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Sampah yang tadinya membuat kotor lingkungan, akhirnya dapat dimanfaatkan dan lingkungan menjadi bersih. Waktu pemuda menjadi bermanfaat, tidak hanya untuk mengobrol saja tetapi terbantu untuk membuka peluang kerja”. Kata Ketua Karang Taruna Tazinul Murad,S.Pd. 

Bank Sampah Desa yang dibangun dapat menjadi wadah kreatif dan dapat meningkatkan kualitas SDM dan pendapatan desa Jurumapin melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada pemuda desa dan masyarakat seperti pelatihan pengolahan limbah organik berbasis kotoran hewan yaitu kompos yang diberi nama Magic Kompos Jupe serta pelatihan kerajinan tangan berbasis limbah plastik yaitu keranjang air, kursi, dompet, keranjang pasar, serta piring buah, untuk produk berbasis plastik diberi nama Jurumapin Sumbawa Collection (JSC). Produk-produk yang dibuat dipasarkan melalui media sosial dan juga dipasarkan di Bank Sampah Desa Jurumapin. (jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here