Rapid Test Covid-19 Tetap Gratis

0
43

MATARAM-Biaya rapid test bagi siswa, santri, dan mahasiswa yang belajar ke luar daerah gratis. Pemerintah daerah diminta menanggung biaya rapid test covid-19 pelajar dari daerah masing-masing. Hal itu tertuang dalam surat edaran Gubernur NTB Nomor 900 Tahun 2020 tentang Pembebasan Biaya Rapid Test Covid-19 bagi Pelajar, Santri, dan Mahasiswa di NTB.

“Hasil rapid test tersebut sebagai syarat pembelajaran di sekolah atau universitas tujuan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam edaran tersebut.

Pelaksanaan rapid test disesuaikan dengan jadwal pembelajaran yang dikeluarkan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Teknis pelaksanaan diserahkan ke masing-masing pemda.

Pelajar, santri, dan mahasiswa yang tes datang dengan membawa kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Pemeriksaan dilakukan secara berkelompok yang diakomodir pewakilan sekolah atau universitas. “Bupati dan wali kota menunjuk fasilitas kesehatan yang melaksanakan rapid test,” kata gubernur.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, pemerintah kabupaten dan kota Bima, Dompu, Sumbawa dan Sumbawa Barat sudah membuat peraturan bupati (perbup) terkait edaran itu.

Untuk pelaksanaanya, pemeriksaan biasanya terpusat dan ditetapkan pemda kabupaten. Syaratnya pelakar atau mahasiswa membawa surat panggilan dari kampus atau sekolah, serta kartu pelajar. “Santri biasanya terorganisir,” katanya.

Kebijakan tersebut bertujuan meringankan beban pelajar dan mahasiswa yang hendak menempuh pendidikan. Selain itu, juga mencegah penularan virus korona di kalangan pelajar.

Jika hasil rapid testnya reaktif, tentu akan ditindaklanjuti sesuai prosedur penanganan covid-19. Mereka baru diperbolehkan keluar daerah kalau hasil rapid test non reaktif. (ili/r5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here