Sehari Setelah Ditangkap Polisi, Baru Mengaku Barang Bukti Disimpan di Atas Pohon

0
114
Ilustrasi polisi menangkap penjahat

MATARAM- Upaya polisi dalam memberantas kejahatan terus dilakukan. Tidak ada henti-hentinya. Karena pelaku kejahatan sendiri memang tidak pernah berhenti. Yang paling marak saat ini adalah peredaran narkotika. Khususnya jenis sabu-sabu.

Terbaru, Sabtu (20/6) lalu, Sopir truk antar provinsi berinisial AR, 26 tahun dan kondekturnya berinisial SH, 33 nyambi menjadi kurir sabu. Dia membawa sabu asal Karang Bagu ke Sumbawa. ”Kita tangkap pelaku Sabtu (20/6) lalu. Saat menginap di salah satu Hotel di Tratak, Lingsar,”  kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, Rabu (24/6).

Saat ditangkap, awalnya tim Satyaprabu Satnarkoba Polresta Mataram hanya mengamankan barang bukti sabu seberat Rp 5,21 gram. Tak hanya itu, tim juga menemukan alat hisap sabu. ”Setelah kita geledah hanya itu saja barang bukti yang ditemukan. Sehingga, pelaku bersama truknya kita amankan ke Polresta Mataram untuk proses penyidikan,” jelasnya.

Selanjutnya, sehari setelah penangkapan, tim memeriksa kedua pelaku. Dari hasil pemeriksaan ternyata masih ada narkoba jenis sabu yang disimpannya. ”Pelaku mengaku menyimpan di atas pohon di wilayah hotel tempat menginapnya,”  bebernya.

Tim kembali melakukan penggeledahan. Ternyata, benar di atas pohon itu  terdapat sembilan poketan sabu. ”Setelah kita timbang beratnya 45,94 gram. Jadi total sabu yang dimiliki kedua pelaku ini 53,16 gram,” jelasnya.

Dua pelaku yang berdomisili di Alas, Sumbawa itu mengaku hanya menerima kiriman sabu dari Karang Bagu. Kemudian diletakkan di hotel tersebut.

Dia diminta untuk membawakan barang haram itu ke seseorang di Sumbawa. Mereka menyebutnya sebagai bos. ”Pelaku ini hanya disuruh mengantar. Sudah ada bosnya yang menunggu di Sumbawa,” ujarnya.

Jika dihitung, harga sabu tersebut berkisar puluhan juta rupiah. ”Kalau harganya ini sekitar Rp 75 juta,” kata dia.

Pelaku tergiur mengirim barang haram tersebut ke Pulau Sumbawa karena mendapatkan upah cukup besar. ” Dijanjikan sekali jalan bisa mendapatkan Rp 2 juta  hingga Rp 10 juta. Tergantung dari jumlah barang yang dikirimnya,” jelas Elyas.

Pengiriman barang haram yang dilakukan kedua pelaku bukan kali pertama. Pekan lalu, dia berhasil membawa sabu ke Sumbawa seberat 6 gram. ”Saat itu dia diupah Rp 2 juta,” bebernya.

Jika melihat jumlah barang yang dikirimnya saat ini, kedua pelaku bisa mendapatkan bayaran hingga Rp 10 juta. ”Ya, bisa sampai segitu (Rp 10 juta),” jelasnya.

Selain sebagai kurir, kedua pelaku juga sebagai pengguna narkoba. ”Hasil tes urine, keduanya positif narkoba,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman maksimal penjara seumur hidup. (arl/r2/lombokPost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here