Residivis Pembunuhan, Diringkus Lagi dalam Kasus Narkoba

0
130
Polisi saat melakukan penggerebekan di rumah kebun milik Jm alias Bangkek, di Dusun Bina Marga, Desa Stowe Brang, Kec Utan, Sumbawa, NTB.

SUMBAWA- Jm alias Bangkek (40), sepertinya akan kembali merasakan dinginnya dinding penjara. Pasalnya, residivis kasus pembunuhan pada tahun 90-an lalu itu, kembali ditangkap polisi. Namun, kali ini dia ditangkap karena diduga menjadi pengedar sabu.

Menurut informasi, Bangkek diamankan di sebuah rumah kebun miliknya, di Dusun Binamarga, Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kab Sumbawa, NTB, Jumat (26/6) sekitar pukul 23.30 Wita. Bangkek diamankan bersama empat orang temannya berinisial AW (22), AN (23) dan HR (34). Ketiganya merupakan warga setempat. Saat diamankan, keempat orang ini sedang tidur.

Penangkapan terhadap keempatnya dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Dimana diinformasikan bahwa rumah kebun milik Bangkek itu kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. Akhirnya, Kasat Reserse Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Masdidin, SH, turun langsung bersama anggotanya. Untuk melakukan penggerebekan di lokasi tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan, keempatnya langsung terbangun. Polisi kemudian melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan 20 poket narkoba jenis sabu yang disimpan di halaman rumah kebun tersebut. Barang bukti ini diakui oleh Bangkek adalah miliknya. Barang bukti ini berupa 18 poket shabu seberat 7,12 gram. Serta dua poket sabu berukuran sedang dengan berat sekitar 2,40 gram. Selain itu, juga ditemukan barang bukti lainnya berupa uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak empat lembar. Beserta pipa kaca, sebundel klip transparan, sumbu, timbangan digital dan lima unit handphone.

Kapolres yang dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Iptu. Masdidin SH, membenarkan adanya pengungkapan kasus ini. Langkah yang diambil di antaranya melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan terduga guna pengembangan penyidikan. Serta dilakukan tes urine terhadap empat orang yang diamankan.

Masdidin mengungkapkan, Bangkek merupakan target operasi (TO). Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. “Untuk sementara Bangkek dikategorikan sebagai pengedar,” pungkasnya. (run) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here