Menegangkan, Ini Kronologi Lengkap Kasus Serading

0
365
Aparat keamanan menjaga lokasi kejadian di Dusun karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kab Sumbawa, Sabtu (20)

MOYO HILIR- Warga di Dusun Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir sempat heboh, Sabtu (20/6) pagi. Pasalnya, sejumlah orang menjadi korban penganiayaan di areal pertanian dusun setempat. 

Menurut informasi, kasus penganiayaan ini terjadi di areal persawahan Telaga Terong. Berawal dari seorang warga berinisial Ns datang ke lokasi. Tujuannya untuk mencari seorang warga bernama Bunae. Diketahui, Ns adalah pembeli bawang dan Bunae adalah petani bawang.

Di lokasi Itu, Ns mengancam Bunae sambil memegang parang. Setelah itu Ns menghubungi temannya yang lain. Tidak lama, teman Ns datang dan menyerang Bunae beserta kedua anaknya, Romansyah dan Anton. Bunae dan Anton berhasil melarikan diri. Sementara Romansyah lari menuju arah Rian Adriawan, warga setempat yang kebetulan berada di lokasi. 

Romansyah kemudian bersembunyi di belakang Rian. Namun, Ns dan temannya tetap melakukan penganiayaan dengan menggunakan parang. Sehingga mengakibatkan Rian Adriawan mengalami luka robek pada tangan kanan. 

Di lokasi, Rian sempat melarang Ns dan teman-temannya untuk menganiaya Romansyah. Namun hal itu tidak diindahkan oleh para pelaku. Akhirnya, Rian menghindar dan para pelaku mengeroyok korban Romansyah dengan mengunakan parang. Akibatnya, sabetan parang mengenai perut Romansyah. 

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut, langsung datang untuk membantu korban. Melihat warga banyak yang datang para pelaku langsung melarikan diri. Warga pun ikut mengejar para pelaku. Karena para pelaku berhasil kabur, warga marah dan merusak mobil pelaku. 

Setelah kejadian, korban Rian adriawan dilarikan ke Puskesmas Moyo Hilir Sedangkan korban Romansyah di bawa ke RSUP untuk mendapatkan perawatan intensif.

Atas kejadian itu, Wakapolres Sumbawa, Kabag Ops, Kasat Binmas, Kapolsek Moyo Hilir, Kasat Sabhara dan dua pleton personel Dalmas Polres Sumbawa, turun ke lokasi. Setelah diberikan pemahaman, warga akhirnya kembali tenang dan membubarkan diri.

Sementara kepada korban, diarahkan untuk melaporkan kasus ini secara resmi ke polisi. Menurut informasi, diduga hal ini dipicu adanya kesalahan pahaman antara Bunae selaku petani bawang dan Ns sebagai pembeli. 

Secara terpisah, Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK yang dikonfirmasi Sabtu (20/6) mengatakan, pihaknya masih memburu terduga pelaku kasus tersebut. “Pelakunya sedang dikejar,” ujar kapolres Sabtu (20/6) kemarin. (run/jar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here