Pernikahan Sesama Pria, Jaksa Langsung Ambil Tindakan

0
96

MATARAM – Masih ingat laporan penipuan akibat Kasus perkawinan sejenis (sesama pria, Red) di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat?. Terbaru, Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Mataram langsung ambil tindakan. Kejari Mataram saat ini melayangkan gugatan pembatalan perkawinan sejenis itu.

“Ini sedang digugat untuk dibatalkan,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Nanang Sigit Yulianto didampingi Kajari Mataram, Yusuf saat jumpa pers di Mataram, Selasa (16/6) kemarin.

Nanang menjelaskan, Senin (15/06) sekitar pukul 12.00 Wita, pihaknya mendaftarkan gugatan pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama Giri Menang. Pembatalan itu yaitu, perkawinan terhadap Muhlisin bin Kalamullah dan Mita binti Firman (nama asli Supriadi) dilakukan oleh Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Mataram, Putu Agus Ary Artha bersama lainnya berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: SK-16/N.2.10/Gp.1/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 dengan Kepala Kejari selaku Pemberi Kuasa.

“Dalam hal ini yang memberikan kuasa bapak Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Kepada Kasi Pedata,” tegasnya.

Nanang menjelaskan, adapun kronologis posisi perkawinan sejenis tersebut. Dimana awalnya Mita berkenalan dengan Muhlisin melalui Media Sosial (Medsos) dan Mita saat itu mengaku sebagai seorang wanita. Keduanya pun janjian bertemu di Udayana Mataram. Keduanya pun menjalin hubungan asmara alias pacaran.

Selanjutnya, rasa cinta keduanya pun semakin kuat hingga mereka akhirnya memutuskan untuk menikah pada Selasa (02/06  pukul 10.00 wita di Mushola Desa Gelogor, Kecamatan Kediri yang disaksikan langsung Kadus Gelogor, Hamdani, pihak KUA, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Akad pernikahan mereka seperti pernikahan pada umumnya,” ceritanya.

Nanang melanjutnya, saat malam pertama Mita menolak berhubungan badan dengan alasan haid. Hingga berlalu dua hari kemudian membuat Muhlisin selaku korban merasa curiga terutama dengan jenis kelaminnya.

“Setelah dipertanyakan kepada Mita dan tanpa alasan yang jelas, Mita meminta cerai dan kabur dari rumah hingga Muhlisin mencari tau siapa Mita dan apa jenis kelaminnya di Kepala Lingkungan Pajarakan dan warga sekitar. Kemudian dari keterangan warga sekitar ternyata Mita seorang laki-laki yang bernama Supriyadi,” beber Nanang.

Setelah dilakukan pengecekan, Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Mita oleh KUA  Kediri didapatkan perbedaan nomor pada KTP  Mita dengan nomor KTP yang tertera pada Kartu keluarga (KK) atas nama Mita. “Terkait perkawinan sesama jenis berdasarkan pasal 1 dan pasal 26 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, perkawinan tersebut batal demi hukum dan dapat dibatalkan,” pungkasnya. (radarmandalika)

0 Reviews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here