46 Orang Diselundupkan di Atas Truk Barang Masuk Sumbawa, Lolos di Pelabuhan Kayangan dan Lolos di Alas Barat

1
567
Para warga yang sempat diamankan di Terminal Sumer Payung saat akan dipulangkan kembali ke Lombok

SUMBAWA- Sebuah truk ditutupi terpal melintasi dari Alas ke Sumbawa Rabu malam kemarin. Sesampai di terminal sumber payung, truk ini dihentikan petugas Gugus tugas Penanganan Covid-19. Truk ini dicurigai. Setelah diperiksa, ternyata benar. Di bawah terpal di atas truk, puluhan manusia ditumpuk. Mereka hendak diselundupkan masuk Sumbawa. Para warga itu dijejal dalam sebuah truk pengangkut barang.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, truk itu melintas dari Lombok dengan tujuan ke arah timur Sumbawa. Truk itu melintas di depan Terminal Sumer Payung, Kamis (28/5) sekitar pukul 01.00 Wita. Kemudian, truk itu dihentikan oleh tim Gugus Tugas yang berada di posko Terminal Sumer Payung. Sebab, truk tersebut mencurigakan. Karena, bak truk tersebut ditutupi dengan terpal.

Saat dihentikan, ternyata truk itu bukan mengangkut barang. Namun, mengangkut puluhan orang dari Lombok. Tercatat, sebanyak 46 orang diangkut menggunakan truk berwarna biru itu. Mereka terdiri dari remaja hingga lansia. Saat diinterogasi, ternyata mereka hendak berangkat ke Labangka. Mereka hendak menjadi buruh serabutan panen jagung.

Salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan, memberikan stressing kepada sopir truk. Sebab, sopir tersebut sudah menyalahi aturan. Karena mengangkut orang, bukan barang.

Menurut sopir tersebut, Gustiali, dia tidak diberhentikan di posko pelabuhan Kayangan. Mereka sempat diberhentikan di posko Gugus Tugas yang ada di Alas Barat. Dia mengaku hanya dicek suhu tubuh. Namun, truknya tidak diperiksa.

Selain itu, para warga ini juga diberikan pemahaman oleh petugas Gugus Tugas. Bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak diperbolehkan. Mengingat saat ini sedang masa pandemi Covid-19. Jika ingin ke daerah lain, harus dilengkapi dengan surat keterangan bebas Covid-19. Karena itu, para warga tersebut dipulangkan ke Lombok, sekitar pukul 11.00 Wita.

Petugas di posko Gugus Tugas Terminal Sumer Payung juga berkoordinasi dengan petugas yang ada di Posko Alas Barat. Untuk dapat mengawal para warga itu untuk ke Pelabuhan Tano. Sehingga mereka bisa menyeberang kembali ke Lombok.

Kades Sukamulya, Kecamatan Labangka, Munakit yang saat itu berada di Terminal Sumer Payung mengatakan, bahwa pihaknya terkejut menerima informasi ini. Rencananya, sebagian dari warga tersebut akan bekerja sebagai buruh tani untuk panen jagung. Sementara sisanya akan mengunjungi keluarganya. “Saya terkejut. Baru tahu ada kejadian ini tadi malam,” ujar Munakit.

Dikatakan, di pintu masuk desanya sudah disiapkan portal. Warganya disiagakan di portal tersebut selama 24 jam. Setiap pendatang yang masuk, akan tetap diperiksa. Dengan adanya kejadian ini, maka pengawasan dan pengamanan di portal pintu masuk desa akan lebih diperkerat lagi.

Menurutnya, warga luar daerah yang hendak masuk ke daerah ini, harus dilengkapi surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 dari desa asal mereka. Sebab, jika tanpa dilengkapi surat keterangan tersebut, dikhawatirkan ada yang positif Covid-19. Sehingga membahayakan warga lainnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Aziz, M.Si mengatakan, semua warga tersebut sudah diperiksa. Mereka tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari daerah masing-masing. Tidak ada juga yang bertanggungjawab atas diri mereka di daerah tujuan. Karena itu, mereka dikembalikan lagi ke Lombok. “Dari segi angkutan juga melanggar. Karena kendaraannya tidak sesuai peruntukkan,” imbuhnya.

Dari kejadian ini, pihaknya menginstruksikan kepada semua posko, untuk memeriksa semua kendaraan box dan truk. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar pemeriksaan Covid-19. Agar kejadian serupa tidak kembali terjadi lagi.

Mengenai keterangan sopir yang menyatakan hanya diperiksa kesehatan saja, bahwa itu tidak benar. Menurut pengakuan petugas di posko Alas Barat, hanya sopir saja yang turun. Sementara kendaraannya diparkir jauh dari posko saat mengantre untuk diperiksa. Kepada petugas, sopir mengaku hendak menghantarkan barang saja ke Sumbawa.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan NTB terkait hal ini. Pihak Dishub NTB meminta agar para warga itu dipulangkan. “Pemeriksaan di posko sudah sangat ketat. Semua surat edaran terkait pencegahan penyebaran Covid-19 ini juga sudah kami serahkan ke mereka,” pungkasnya. (run) 

1 COMMENT

  1. Lasingan kenapa sih melanggar aturan.sudah tau di saat sekarang ini sedang di landa kovid19.sukur masih di pulang kan kalo di sel mau bilang apa karena bersalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here