Karena Alasan Tertentu, Pelantikan Kades Tidak Serempak

0
48
Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc saat melantik sebanyak 60 orang kepala desa, Rabu (15/4)

SUMBAWA- Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc akhirnya melantik sebanyak 60 orang kepala desa terpilih dari 5 Kecamatan wilayah barat dan wilayah tengah, kemarin.

Pelantikan dilakukan secara bergelombang. 30 kades terpilih dilantik pada pagi hari dan 30 dilantik sore hari.

Seperti diketahui, pelantikan kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak tahun 2020 dilaksanakan melalui 4 gelombang dan akan berlangsung selama 2 hari, yakni pada Rabu dan Kamis hari ini. Pelantikan kades terpilih dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan dan dengan pengaturan tempat duduk yang telah disesuaikan, guna meminimalisir kontak fisik dan menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah banyak. Hal itu dilakukan menyusul merebaknya pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa.

Sebelumnya, para kepala desa yang akan dilantikpun terlebih dahulu harus menjalani beberapa tahapan pengecekan yang dimulai dari pintu masuk Kantor Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan beberapa hal kepada para Kades yang dilantik, seperti menjaga kondusifitas daerah. Saat memimpin, Kades diminta untuk tidak melakukan pemberhentian terhadap perangkat desa yang ada.


“Pesan saya, tetap jaga kondusifitas desa dengan sebaik-baiknya. Terkait pemberhentian perangkat desa, ini sering kita lihat. Saya minta itu tidak dilakukan,’’ pesan Bupati.

Bupati juga meminta para Kades yang telah dilantik untuk segera menyusun RPJMDes, kemudian RKPDes, serta beberapa program kerja lainnya. Sehingga dalam pengelolaan keuangan nanti dapat mudah dilaksanakan.

‘’Yang perlu ditekankan, sebagai Pemimpin Desa maksimal tiga bulan setelah dilantik Kades harus menyusun RPJMDes. Ini untuk waktu 6 tahun kedepan yang ditetapkan dalam Peraturan Desa. Dari RPJMDes tersebut Pemerintah Desa harus menyusun Reencana Kerja pembangunan desa atau RKPDes untuk jangka waktu satu tahun, buat kerangka program, prioritas rencana kerja, sebagai implementasinya APBDes harus dikelola berdasarkan azas transparan, akuntabel, dilakukan serta tertib dan disiplin anggaran,’’ tukasnya.

Dilanjutkan, dalam menyusun itu Kades harus merangkul semua pihak. Artinya tidak ada lagi yang namanya rival seperti pada saat pemilihan lalu. Semua masyarakat harus dirangkul demi kemajuan desa. ‘’Maka jangan jadikan musuh warga masyarakat yang tidak memilih kita. Kalau itu pendekatan yang dilakukan, InsyaAllah desa akan maju. Satukan semua masyarakat agar menjadi kuat. Apa yang diinginkan oleh kawan, apa yang diinginkan lawan sebelumnya, kita ramu menjadi baik. Harus ada kebijakan lahir batin dikita, jangan sampai ada kepentingan sesaat, jangan sampai ada kepentingan kelompok. Ini menjadi keruntuan Kepala Desa,’’ tutur Bupati.

Selain itu, Kades juga diminta untuk mampu mampu memahami wilayah masing-masing. Dimana tiap desa harus memiliki data yang falid terkait masyarakat miskin, potensi desa, serta lainnya. Hal itu dinilai akan memudahkan Kades dalam menjalankan roda pemerintah desa serta membina masyarakat.

Pada pelantikan tersebut dihadiri pula Wakil Bupati Sumbawa – H Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Sumbawa – Abdul Rafiq, Kapolres dan Dandim Sumbawa, sejumlah Kepala OPD, serta lainnya. Untuk gelombang pertama, pelantikan dilakukan untuk 30 desa yang ada di Kecamatan Alas Barat, Alas, Buer, Utan dan Rhee pada pukul 08.30 wita. Kemudian dilanjutkan pelantikan gelombang kedua untuk 30 desa di Kecamatan Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Hilir, Moyo Utara dan Moyo Hulu pada pukul 15.00 wita. Sementara pelantikan terhadap Kades terpilih lainnya, dilaksanakan pada Kamis 16 April 2020, dengan dua gelombang. (mi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here