Populasi Penyu Harus Diselamatkan

0
267
Seekor penyu raksasa ditemukan mati di perairan Poto Tano, Sumbawa Barat. di mulut penyu ini ditemukan sampah plastik oleh Tonjes, warga yang menemuukannya. FOTO: Dokpri FB Tonjes

SUMBAWA- Kecamatan Lunyuk telah ditetapkan sebagai kawasan pencanangan konservasi penyu di Kabupaten Sumbawa. Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan populasi penyu di kabupaten Sumbawa.

“Jangankan dikonsumsi, diambil saja telur penyu itu tidak boleh. Karena itu sudah masuk dalam spesies yang dilindungi. Kalau telurnya diambil, jelas penyu tidak bisa berkembang. Ada konsekuensi hukumnya itu sebenarnya,” kata Kepala Bidang Pengendalian Usaha Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Zulkifli.

Ditegaskan, ancaman hukumannya bagi pelaku, cukup besar, tergantung pasal yag dikenakan. Misalnya pasal Biota yang dilindungi, maka ancaman hukumannya di atas 5 tahun.

“Aturannya masih antara pihak BKSDA dan DKP. di BKSDA ada juga aturan mereka yang melarang itu. Kita juga begitu. Cuma nanti dalam hal penyidikan dan dan penegakan, kecenderungannya menggunakan aturan BKSDA.

Begitu pencanangan kawasan konservasi dilakukan, maka selalu ditindaklanjuti dengan sosialiasi kepada masyarakat. Terkait berapa luas yang dicanangkan, serta apa saja yang tidak bisa dilakukan.
“Nah, itu tugas kami dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar. Saat ini kita belum pada tahapan menindak orang, tetapi sosialisasi,” katanya.

Dikatakan, begitu kementerian menurunkan SK penetapan konservasi, maka pusat nantinya memiliki kewajiban secara anggaran. (en)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here